Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ellipsis

Ellipsis

"Beritahu di mana lokasi gedungmu dan jelaskan rencanamu." "Aku tahu kamu memang yang terbaik." Albern kemudian menjelaskan semua rencananya. Sedangkan Bigson sibuk mencatat dan menyimaknya dengan seksama. *** "It's not H-A-P-P-Y-N-E-S-S Happiness is spelled with an "I" instead of a "Y"." "Oh, okay. Is "Fuck" spelled right?" "Um, yes. "Fuck" is spelled right but you shouldn't use that word."
103.8K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as huffed
Read
+Library
YOU

YOU

dewi Triana.A7710oursthus6bole
Derrick menjelaskan sambil menarik nafas berulangkali mengusir kegelisahan dihatinya. Sean mengerutkan kening. "Jangan bertele-tele paman, kau tahu aku tidak menyukai itu." begitu dingin nan menusuk kalimat yang terlontar dari bibir Sean. Dia sudah seperti menyiapkan diri dengan kabar selanjutnya.
9.911.2K viewsCompletedAdded to Library 235 Times as huffed
Read
+Library
PHOSPENE

PHOSPENE

ucap ari enteng “hah? Serius? Gue kira tadi lo bohong Cuma biar gue lepas doag dari aksa”. Ari sedikit mendekatkan dirinya pada dira dan berkata, “cowok gantle itu cowok yang bisa megang omongannya”. “ciee pipi lo merah, salting lo ya?”. Dira dengan cepat memalingkan wajahnya dari ari. “Enggak, siapa bilang, geer lo”
2.0K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as huffed
Read
+Library
WITHERED

WITHERED

' Aku menarik nafas dalam, mengingat wanita tua yang rajutannya pasti hampir selesai kecuali ia ingin membuat yang baru. Semalam aku tak bertemu dengan Rose. Aku tidak tahu apa yang ia pikirkan tentang Ken yang menemaniku seharian kemarin. Apalagi saat kuingat ucapan Carter yang mengatakan wajah Rose begitu tampak ingin tahu. "Apa kau tak nyaman?" "Yes?" "Well, kau menarik nafas panjang-panjang beberapa kali " ucap Hugo yang irit kata, "sebaiknya kau turunkan sandarannya agar badanmu lebih nyaman."
1023.9K viewsCompletedAdded to Library 835 Times as huffed
Read
+Library
Hug Me!

Hug Me!

Spontan Vanya mencubit perut Bara, hingga Bara merintih kesakitan. Bara membalas mencubit hidung mungil Vanya. Mereka tertawa bersama layaknya seperti anak kecil. Spontan Bara menarik Vanya dekat denganya lalu mencium bibir Vanya kembali. Kali ini ciuman Bara lebih cepat dan ganas. Vanya mebalas ciuman itu, dua bibir kini bertemu kembali untuk kedua kalinya.
1016.7K viewsCompletedAdded to Library 649 Times as huffed
Read
+Library
Hoffen

Hoffen

ucapnya dengan senyum memperlihatkan gigi. Vanda meronta-ronta saat Trisha memeluknya erat hingga menyebabkan sesak di dada. Wanita gemuk itu pun langsung melepas pelukannya ketika Vanda terbatuk-batuk, dia menyengir sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu. “Maaf, Van. Gue terlalu senang,” ujarnya yang membuat Vanda memutar bola matanya malas.
1012.5K viewsCompletedAdded to Library 426 Times as huffed
Read
+Library
Happier

Happier

Kurt menaik turunkan Bahunya. Suasana ruangan paduan suara sangat sepi, yang terdengar hanya suara mesin dari Pemanas Yang sedang bekerja. Entah apa yang di pikiran Shawn saat ini namun dirinya bangkit dari duduknya dan persekian detik kemudian Shawn telah berjalan keluar dari ruangan Paduan suara sebelum sempat Hailee menarik tangan Shawn untuk kembali duduk, karena Hailee sepertinya dapat membaca apa yang akan dilakukan oleh cowok Blasteran America-Canada itu.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as huffed
Read
+Library
Undefined Hurt

Undefined Hurt

Terdengar suara gemericik air dari luar gedung. Angin timur yang dingin berusaha merasuki sweater tebal yang dikenakan oleh seorang gadis, membuat empunya berusaha mengeratkan pelukan pada dirinya sendiri guna mengurangi rasa dingin yang menjalar. "Kia, belum mau pulang?" Gadis itu hanya menggeleng sebagai jawaban pertanyaan dari sahabatnya itu.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as huffed
Read
+Library
Euforia

Euforia

"Kenapa ada hiu yang kepalanya berbentuk martil?" Gadis di hadapannya terlihat tertegun dengan pertanyaan random oleh Eiden, lalu Nindi memasang wajah serius, lalu sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah Eiden. "Karena, kalo bentuknya kotak itu bukan hiu, melainkan adudu," bisiknya. Plak
2.0K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as huffed
Read
+Library
HURT

HURT

Anak laki-laki itu terus-terusan berseru heboh: “Bunganya mekar! Bunganya mekar” Hyuk, nama anak laki-laki itu. Putra semata wayang Ae Ri. Harta paling berharga di hidupnya. Hyuk sangat menyukai musim semi sejak usia enam bulan. Putranya itu mengoceh dengan bahasa bayinya dan menggerak-gerakan tangan ke udara setiap kali Ae Ri mengajaknya jalan-jalan ke taman saat puncak musim semi. Lalu, semenjak bisa berbicara dengan lancar dan jelas, Hyuk selalu heboh setiap kali melihat pohon plum di samping rumah mereka mekar. Setelah itu, anak laki-laki itu akan merengek ingin jalan-jalan ke taman sambil membawa camilan.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as huffed
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status