Sindiran Pedas Istri Kedua
Satu hal lagi yang masih menjadi PR bagiku, mereka ingin aku kembali menikah dengan orang benar-benar menyayangiku dan anak-anak.
"Kalau kamu sudah ada yang menjaga, menyayangi, dan melindungi, Bapak dan Ibu sudah tenang. Mau diambil nyawanya kapan saja oleh Gusti Allah, sudah bisa pergi dengan tenang," ucap Bapak kala itu.
"Jangan ditolak, ya!" ungkap Hakim, membuatku tersadar dari lamunan.
"Ini murni dari seorang teman kepada temannya. Tidak ada embel-embel apa-apa." Hakim kembali menyodorkan padaku.
الفصول الرائجة