Lusia
“Terima kasih banyak, “ ucap Aaron.
Dan Lusia tak menanggapi, ia duduk di radius jarak yang jauh dari Aaron dan menekuni makanannya.
Lusia mengunyah dengan cepat, ia ingin segera kembali dan tidur. Menjauh dari Aaron secepatnya.
“Apa ini?”
Suara Aaron yang bertanya barusan, terdengar sangat menyebalkan di telinganya.
“Apa? “ Lusia bertanya dengan nada tinggi.
“Apa ini jagung?” Aaron menunjukan butiran – butiran jagung dengan garpunya.
“Sepengetahuanku, itu memang bentuk jagung.” Balas Lusia dengan judes.
“Kenapa kamu terlihat sangat marah seperti itu? Aku hanya bertanya.... “
Hot Chapters