Once then Forever
"Enggak pa-pa, Sera. Apa pun yang lagi kamu alami, enggak masalah. Aku ada di sini. Kamu enggak sendiri, Sera."
Tangis perempuan itu pecah. Erat kedua lengannya memegangi bahu Hares. Takut, tetapi juga merasa amat bersalah melebur jadi satu, membuat sulit meraup udara.
"Kamu enggak pernah bikin aku malu. Apa pun dan bagaimana pun kamu, kamu selalu jadi panutan aku. Aku selalu bakal sayang ke kamu, Sera.Jangan pergi ke mana-mana. Apa pun itu, kita selesaikan sama-sama."