PENDEKAR TAPAK DEWA
Belum sempat dua gelombang serangan itu berhasil mendekatinya, tebasan mata pedangnya yang demikian cepat dan lihai membuat para prajurit laut itu berguguran bergelimpangan saling tumpang tindih.
Dengan tujuan menghindari ruang utama kapal, La Mudu segera melesat ke atas, lalu mendarat di anjungan yang lebih luas. Saat itu pedangnya sudah ia tancapkan di lantai kapal, di antara tali-tali tambang yang telah berserakan. Saat puluhan prajurit laut itu memburunya, dengan sebuah gerakan cepat kakinya meraih seutas tali tambang dan memegangnya. Dengan sedikit sentakan, tali itu langsung terpenggal oleh mata pedang yang ditancapkannya, lalu dengan tali tambang yang besar dan berat itu ia gunakan