My Light
“Ikat rambutnya mana?”
Asya langsung memberikan ikat rambut, sedari tadi melingkar di pergelangan tangannya. Kemudian lanjut, makan apel lagi. Rafan kembali menggeleng-gelengkan kepala, dengan tingkah Asya. Tangannya mulai bergerak untuk mengikat—lebih tepatnya mencepol, agar tidak berantakan seperti tadi. Setelahnya, langsung melingkarkan tangannya di perut dan sesekali mengelus lembut.
“Mau?” Asya menyodorkan sepotong apel pada Rafan.
Hot Chapters