Ranjang Hangat Tuan Presdir
“Kirain Pak Gavin orangnya serius terus, karena kalau di kantor sangat jarang melihat Pak Gavin bersuara.”
Gavin tidak menjawab. Ia hanya tersenyum karena ia memang sangat irit bicara pada orang lain, kecuali pada Karin dan Keenan.
“Kalau kamu nggak mau handphone, berikan saja sama aku. Aku menerimanya dengan sangat tulus,” ucap Dila lagi kepada Karin.
“Emang handphone kamu ke mana? Bukankah handphone kamu juga merek yang sama?” tanya Karin.
“Mereknya memang sama, cuman aku kan beli dua tahun lalu. Sudah beda tipenya. Punya kamu kan yang terbaru dan sangat mahal.”