Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus

Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus

Nada sinis yang keluar dari mulut Lidia membuat Qiqi tertarik. “Pelukis palsu?” ulang Qiqi, pura-pura bingung. “Apa maksudmu? Nikola Xander adalah pelukis buta warna yang legendaris.” Kalimat itu berhasil memancing Lidia untuk berbicara lebih jauh. Lidia mengembuskan napas kesal. “Walaupun kamu nggak percaya, aku bakal kasih tahu sesuatu ke kamu,” katanya, memasang wajah serius.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai ila liqo artinya
Baca
+Pustaka
Ciuman Panas Sang Miliuner

Ciuman Panas Sang Miliuner

Keterampilannya dulu hanya dipakai sebatas hobi, tetapi kini Lilian menjadikannya mata pencarian utama. Genre yang diusung oleh Lilian adalah Qihuan. Sebuah cerita fiksi fantasi yang mengandung unsur magic. Jika seseorang melihat penampilan Lilian, maka tidak ada yang percaya jika wanita itu seorang komikus yang menggambar cerita seputar hewan buas yang memiliki kekuatan sihir atau makhluk-makhluk mitos lainnya. Semua orang yang tidak mengenal apa pekerjaan Lilian, akan mengatakan wanita itu seorang model atau selebriti karena kecantikannya yang berada di atas rata-rata.
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai ila liqo artinya
Baca
+Pustaka
Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Matanya menatap, ingin menuntut penjelasan tapi tubuhnya kesakitan, tak sanggup bicara. Giok Lan—tidak, Saudari Lili—berjalan mendekat. Namanya sekarang Lili, dari bahasa negeri jauh yang artinya bunga Bakung. Bagi Sekte Sek, bunga Bakung adalah lambang ketulusan dan kesetiaan. "Góa í-keng siàu-liân lí." (Aku sudah memaafkanmu.) bisiknya. "M̄-kú góa bē-tàng tńg--khì." (Tapi aku tidak bisa kembali.)
416 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai ila liqo artinya
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Pertemuan Tak Terduga Saat Lia sedang memperhatikan sebuah lukisan bertema laut, tiba-tiba seseorang menegurnya. “Kamu suka tema ombak, ya?” Lia menoleh. Seorang pria berpostur tinggi dengan kemeja putih sederhana berdiri di sampingnya. Wajahnya teduh, dengan tatapan mata yang tenang. “Oh, iya. Lukisan ini kayak… hidup. Ombaknya seolah bercerita,” jawab Lia sedikit gugup. Pria itu tersenyum tipis. “Aku yang melukisnya. Senang kalau ada yang bisa merasakan maksudku.”
912 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai ila liqo artinya
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Orang Ketiga

Aku Bukan Orang Ketiga

Enggak heran kalau dari dulu dia selalu dikelilingi oleh cewek cewek blingsatan macam Loli ini. "menurut lo, gue punya kesempatan nggak?”Lanjut Loli. Aku terdiam sebentar, pandanganku tanpa sadar beralih kepada Loli. Sahabatku itu tampak sedang menunggu jawabanku. “Gue nggak tahu,” jawabku pelan. Loli menyenggol bahuku. “Kalau menurut lo?” "Menurut gue sih Galih itu ibarat air suci, nah Lo air comberan, ya enggak ketemu." Aku tertawa.
10680 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai ila liqo artinya
Baca
+Pustaka
Cinta Kedua Setelah Menjanda

Cinta Kedua Setelah Menjanda

Tiara tersenyum, meski air masih saja mengalir. Josh tersenyum. “Sama-sama, Bu. Lio menempelkan gambar itu di loker bagian dalam, dan setiap ada yang melihat dia bercerita dengan bangga kalau itu hasil karya mamanya. Iya kan, Ez?” Ezra langsung menyetujui perkataan Josh. “Lio sering nunjukkin gambar itu ke kami, Tan.” “Iya, walau nggak ada yang boleh sembarangan pegang,” sahut anak yang lain.
10227 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai ila liqo artinya
Baca
+Pustaka
DIKIRA TAK BERGUNA TERNYATA SETARA DEWA

DIKIRA TAK BERGUNA TERNYATA SETARA DEWA

Tanya Jian Ying. “Bagaimana benda-benda vulgar ini bisa masuk ke mata tuan muda! Kita harus memberikan warisan Danau Giok!” kata Liu Yan. "APA?" Jian Ying terkejut, “Danau Giok adalah fondasi sekte kami. Jika kita memberikannya kepada Tuan Muda, maka kita-….” “Hmph! apa yang kamu tahu. Lukisan itu saja memungkinkan kita untuk bertahan hidup selamanya. Hanya Danau Giok kecil, tidak sebanding dengan lukisan itu?” kata Liu Yan.
8.910.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai ila liqo artinya
Baca
+Pustaka
Gairah Sahabat Suamiku

Gairah Sahabat Suamiku

tegasnya, lebih sebagai pernyataan untuk dirinya sendiri daripada untuk Lio. Senyum sinis mengembang di bibir Lio. "Lili," ucapnya dengan nada mengejek. "Apa kamu lupa tujuanmu datang ke sini? Kamu mau meminjam uang. Artinya kamu butuh uangku. Jangan sok suci." Lili tidak lagi menimpali ucapan Lio, karena benar apa yang dikatakan oleh Lio, bergegas Ia segera melangkah pergi, namun baru beberapa langkah, tangan Lio menahan lengannya.
10355.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.5K kali sebagai ila liqo artinya
Baca
+Pustaka
RESTU

RESTU

singkatnya "Artinya gue spesial? Gitu?" "Iya lo spesial buat gue," "Lo kok beda yah nga, kemarin kemarin dinginnya kayak gletser eh pas sendirian sama gue malah kayak gini" "Kan gue udah bilang lo spesial Princess!" "Nga senyum lagi dong!" pinta Aloe. "Kalau gue senyum lo kasih apa?" Tanya Lion. "Gak kasih apa apa sih, gue cuma punya lolipop tadi di kasih sama Dirga dan susu coklat dari kevlar."
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai ila liqo artinya
Baca
+Pustaka
Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

“Aku—” “Aku baik-baik saja.” Tili tersenyum kecil, senyum yang terlalu rapi. “Aku hanya…” Tili tidak bisa membuat alasan, otaknya terlalu penuh. Ingatan yang kembali bercampur antara dugaan ilusi dan kenyataan. Lio menatapnya beberapa detik, mencoba membaca sesuatu di balik wajah tenang itu. Gagal.
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 453 kali sebagai ila liqo artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status