Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
GRESMORY : REVEAL THE FALSE HISTORY

GRESMORY : REVEAL THE FALSE HISTORY

Dia duduk disebelahku dan langsung mengeluarkan buku tulis, dia terlihat asyik mencoret-coret halaman belakang bukunya. “ Buku apa yang kamu baca?” tegurnya, sontak aku sedikit terkejut dan kehilangan fokus saat dia mempertanyakan hal itu kepadaku. Aku menggaruk kepalaku dengan sedikit gagu, “ Bukan apa-apa, ini-ini hanya buku Influence: Science and Practice, karya Robert B, Cialdini. Aku hanya mengalami kesusahan dalam meyakinkan seseorang.” Sambungku.
1013.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 356 Beses bilang influence: the psychology of persuasion
Read
+Library
Pernikahan yang Keliru : Istri Penuh Dosa

Pernikahan yang Keliru : Istri Penuh Dosa

"Miss Tawney, beri tahu saya persyaratan Anda untuk desainnya, atau Anda bisa menunjukkan contoh apa pun yang Anda suka." *Influencer: seorang yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi orang lain karena kapasitas yang dimilikinya. Kapasitas yang dimaksud dapat berupa otoritas, pengetahuan, posisi, atau hubungan dengan audiens. Dalam lingkup marketing, influencer diartikan sebagai pihak yang mampu memengaruhi keputusan pembelian target audiens.
8.93.1M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 98.5K Beses bilang influence: the psychology of persuasion
Ipakita ang mga Review (2082)
Read
+Library
Diah Chandra
diawal awal ceritanya bagus banget...tapi pd saat baca sampai pd episode sekian ratus,saya brenti,nyerah,ni crta berbelit belit,ga ada habis2nya ,akhirnya stop..ehh td penasaran buka lagi.. udah episode ribuan..ternyata belom selesai selesai juga......... author napa ga ditamatin aja ,trus bkn crta br
Lissa Helis
haduuh terlanjur nyemplung ngedalemin ceritanya jadi penasaran deh ngikutin terus ... padahal imajinasiku figur di cerita ini orang barat ya tapi imajinasi penulis sepertinya karakter fisik korea, dan berasa drama banget, cuma gemes ya kapan happy endingnya kok hidup Eveline sepertinya sial terus ...
Basahin ang Lahat ng Review
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

"Itu seharusnya membuatmu takut!" "Itu tujuannya," bisik Ares. "Infiltrasi bukan melalui force, tapi melalui persuasion. Menawarkan ketenangan dari kekacauan. Keteraturan dari kebingungan. Itu bukan serangan; itu adalah godaannya."
935 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 19 Beses bilang influence: the psychology of persuasion
Read
+Library
Istri Kecilku

Istri Kecilku

"Selamat pagi. Hari ini kita akan membahas tentang Social Influence atau pengaruh sosial. Bagaimana individu mengubah perilaku mereka untuk memenuhi tuntutan lingkungan sosial." ​Aksara mulai berjalan memutari kelas, sebuah kebiasaan yang ia lakukan agar mahasiswa tetap terjaga. Saat Aksara melangkah menuju barisan tengah, Diana bisa merasakan getaran meja mereka. Ternyata kaki Pita gemetar dengan sangat hebat. ​"Aduh, Pit... jangan begini, nanti dia curiga," bisik Diana tanpa menoleh, matanya tetap tertuju pada papan tulis.
1.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 26 Beses bilang influence: the psychology of persuasion
Read
+Library

Mga Madalas Itanong

Ada garis tipis antara manipulatif dan persuasif yang seringkali bikin orang bingung. Persuasi itu seperti ngajakin teman makan sushi dengan bilang, 'Daging salmonnya segar banget, teksturnya lembut, dan wasabi-nya nggak terlalu pedes.' Di sini, kita kasih informasi objektif plus opini personal, tapi tetap memberi ruang buat lawan bicara memutuskan. Manipulatif? Contohnya kayak bilang, 'Kalo nggak makan sushi di sini, berarti kamu nggak ngerti kuliner!' Itu udah pake tekanan emosional dan narasi yang bikin orang merasa bersalah atau kurang. Persuasi itu win-win solution, sedangkan manipulatif cenderung one-sided benefit.

Bedanya juga bisa dilihat dari niat. Persuasi biasanya punya tujuan positif, kayak ngajak orang donor darah atau memilih produk yang emang bagus. Manipulatif sering bermotif egois—nggak peduli kebutuhan orang lain, yang penting keinginan sendiri tercapai. Tekniknya pun beda: persuasi pakai data, cerita, atau testimoni, sementara manipulatif sering pakai fear-mongering atau guilt-tripping. Di dunia marketing, misalnya, iklan 'Diskon 90% terakhir!' itu manipulatif karena bikin panik, beda dengan iklan yang jelasin fitur produk secara rinci.

Maaari mong magustuhan
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status