IBU YANG KAU BUANG
Feni yang dari tadi hanya diam saja kini membuka suara, membuat Damar menatapku tajam.
Allah ... apa lagi ini? Kenapa seolah aku tidak boleh mengumpulkan uang untuk mewujudkan keinginanku sendiri?
"Ibu, jawablah pertanyaan kami, Buk," desak Dina.
Aku menghela napas panjang, lalu mengeluarkannya perlahan. "Iya. Ibu didaftarkan haji khusus."
"Batalkan, Buk! Uang yang Ibu pergunakan untuk membayar pendaftaran itu bisa digunakan Mbak Dina untuk menutupi kebutuhannya," ujar Damar membuatku menoleh ke arahnya.
Hot Chapters