Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Labuhan Cinta

Labuhan Cinta

Pria kesepian itu mengisi hari-harinya dengan berkumpul dengan keluarganya. “Cucu Oma sudah pintar.” Mama Chika mengendong Lean. Mama Chika tidak mau di panggil Grandma, dia lebih suka dipanggil oma. Padahal suaminya lebih suka dipanggil grandpa. Kini panggilan itu justru tersemat untuk besannya.
1020.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 580 kali sebagai ini mama
Baca
+Pustaka
STRANGER WITH BENEFIT

STRANGER WITH BENEFIT

Aku taruh di bagasi, terus kita jalan bareng ke mobil "Dia lagi nonton adiknya main bola." Aku pasang sabuk pengaman dan menyalakan mobil. "Oh, jadi Mama bakal ketemu semua keluarganya?" Nada Mama super excited. Ya, itulah Mamaku, si Miss Personality. Semua orang bisa langsung jadi temannya. "Aku bisa antar Mama ke rumah, Ma."
867 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai ini mama
Baca
+Pustaka
Nikahi Mamaku, Om!

Nikahi Mamaku, Om!

ucap Arshaka setelahnya, “sudah sangat lama lidahku tidak merasa terpuaskan seperti sekarang.” Arjuna menoleh. “Apa itu berarti Om suka dengan masakan mamaku?” Tanpa ragu Arshaka mengangguk. “Tentu saja. Om sangat menyukainya. Kamu sangat beruntung bisa makan seperti ini setiap hari, Bocah.” “Hihi ….” Arjuna terkekeh kecil. “Aku juga menyukainya. Masakan mama adalah yang paling enak di dunia.”
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai ini mama
Baca
+Pustaka
Young Mom

Young Mom

“Percayalah! Mama tidak marah sama kamu, mama kamu mungkin hanya terkejut kenapa kisahnya sama persis dengan kehidupan kami dulu.” Jeni terdiam, ia menghapus air matanya dan berusaha tenang kembali karena si kecil di dalam perutnya kembali berulah, perutnya kram, Jeni mengelus perutnya pelan-pelan. “Iya Pa, terimakasih.”
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 433 kali sebagai ini mama
Baca
+Pustaka
Im Sorry Mama!

Im Sorry Mama!

Tanya Amar. "Aku, cuman pakai rekening yang berbeda. Rekening yang atas nama alm Mama kan aku yang pegang. Kebetulan di situ juga masuknya aliran dana bisnis mama yang masih aku kelola diam-diam. Makanya semua kebutuhan mansion masih terisi sampai sekarang bersama gaji yang lainnya juga masih aku yang urus sebagai pewaris keluarga Mama," jelas Zara. "Owhh, gitu.Tapi serius deh, papa kamu sama di lele itu nggak tahu soal ini?"
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai ini mama
Baca
+Pustaka
Sugar Mommy Amatiran

Sugar Mommy Amatiran

Perempuan cantik itu kembali mengeluh, sembari menatap ponselnya yang masih menyala dan memperlihatkan hasil pencarian Aju. “Harus banget Sugar Mommy disebut sebagai wanita paruh baya?” Aju melotot ketika meneriakkan kalimat itu. “Memangnya tidak boleh ya kalau Sugar Mommy masih muda dan cantik sepertiku.” “Nyaris tidak ada yang seperti itu.” Suara dari ponsel Aju, mengingatkan kalau tadi dia memang berselancar di internet, sambil menelepon dengan Kira. “Sama seperti Sugar Daddy yang kebanyakan sudah tua.”
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai ini mama
Baca
+Pustaka
Ini Uangku, Mas!

Ini Uangku, Mas!

Kulihat Ima berdadan ria mempercantik kukunya, ini ibu dibiarkan sendiri di dapur. "Itu maunya Ibu, aku udah coba masak, Ibunya yang tak suka." "Habis masakan Bunda nggak enak," timpa Mimi sambil main ponsel. "Iiih! Apaan sih? Jangan ikut ngomong!" Ima mencubit paha Mimi. "Sakit, Bundaaa, aku kan ngomong yang sebenarnya." Mimi menggusuk paha bekas cubitan. Mukanya mengerinyit kesakitan.
1073.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai ini mama
Baca
+Pustaka
SEAN

SEAN

Meihao de Xiwangsekiansersekej seph
Naraya: “Lagi ngapain Boy, di cafe Mama?” Sean: “Tau dari mana Mama, Sean sekarang berada di cafe Mama,” Naraya: “Kamu lupa Boy, itu cafe Mama. Mama bisa melihat perkembangan cafe Mama cukup dari rumah saja,” Sean: “Hemmm...” Naraya: “Bantulah dia kalau menurutmu itu baik, Mama kenal dia, dia anak baik dan pekerja keras,” Sean: “Siapa Ma?” Naraya: “Greysie Natalie,”
9.315.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 322 kali sebagai ini mama
Baca
+Pustaka
Ketulusan Hati Amirah

Ketulusan Hati Amirah

"Siapa ibu ini? Cantik sekali, tunggu wajahnya sangat mirip sekali dengan kak Kenzo, apakah ibu ini mamanya kak Kenzo yang ada di Singapura? "Rah." Ambar memanggil Amirah sampai dua kali. Tapi yang dipanggil malah melamun melihat ke arah Vika. Ambar tersenyum melihat tingkah Amirah yang terpesona akan kecantikan Vika. Bahkan sudah dua kali Ambar memanggil. "Kenalkan, Rah. Ini mamaku," ucap Kenzo memperkenalkan sang mama. "Hai cantik, kenalkan saya mamanya Kenzo, kamu bisa panggil aku Tante Vika, kamu Amirah 'kan?" ucap Vika sambil tersenyum tulus. Vika mengulurkan tangan ke arah Amirah.
1021.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 525 kali sebagai ini mama
Baca
+Pustaka
Janji Sebelum Rasa

Janji Sebelum Rasa

“Kamu kenapa, Rey?” Mama Marisa mengerutkan dahi, menatap heran pada menantunya. “Kamu habis makan apa sih?” tanyanya. Anin menjawab dengan wajah datar, “Dia habis nyosor aku, Ma. Aku kan lagi makan bakmi setan yang super pedas.” Mama Marisa terbahak kencang, suaranya sampai mengagetkan Papa Herman yang terlelap di sampingnya.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai ini mama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status