Rayuan Maut Para Tetanggaku
Aku memejamkan mata, mencoba mencari kedamaian dalam sunyi, namun yang muncul hanyalah bayangan-bayangan nafsu yang kembali menari, seolah-olah racun di tubuhku menertawakan usahaku untuk sembuh.
Hari-hari di apartemen mewah ini terasa seperti pengulangan siklus yang gila.
Di luar sana, dunia sedang hiruk-pikuk membicarakan namaku, mencari asal-usulku, dan menunggu kehancuran bisnis Om Adit.
Namun di dalam sini, aku terjebak dalam perang melawan darahku sendiri.
Racun bening itu seolah telah menyatu dengan sumsum tulangku, mengubah setiap detak jantungku menjadi denyut nafsu yang menyiksa.