Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Yang Kau Anggap Mandul

Istri Yang Kau Anggap Mandul

"Tapi tetap aja gue insecure Mik. Mana Bokapnya sayang banget lagi sama dia, biarpun udah kerja Bokapnya masih tetap ngirimin jatah bulanan buat dia. Gue juga bingung, kenapa dia masih mau kerja sama Mbak Alya sementara uang bulanan yang bokapnya kasih aja bisa tiga kali lipat gajinya" "Hhhh... terserah lo deh Yog, susah buat ngeyakinin orang minderan kayak lo. Gue cuma kasih saran aja ya, kurang-kurangin ngerasa insecure! Karena insecure bisa menutupi potensi besar yang sebenarnya ada dalam diri lo!
107.5K viewsCompletedAdded to Library 149 Times as insecurities quotes
Read
+Library
LOVELY MAN

LOVELY MAN

"Ya! Apa?! Yang aku bilang benar kan?!" "Kamu selalu insecure sama diri kamu sendiri! Kamu selalu merasa nggak aman, kamu malu mengakui kalau latar belakang kamu emang nggak jelas!" Mata Bhara membelalak. "Gitu?"
109.2K viewsCompletedAdded to Library 240 Times as insecurities quotes
Read
+Library
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Menjadi mahasiswa super kentang yang tidak memiliki bakat yang menonjol memang mengharuskan aku memiliki vibes positive thinking yang tinggi agar tidak mudah merasa tertekan akibat overthinking dan insecurity. Overthinking sendiri adalah menggunakan terlalu banyak waktu untuk memikirkan hal dengan cara yang merugikan sehingga menimbulkan kekhawatiran. Sedangkan insecurity adalah kondisi mental yang menyebabkan seseorang merasa "tidak aman" dalam satu atau banyak hal dan menyebabkan seseorang tersebut merasa cemas dan takut secara berlebihan. Kedua hal ini dapat dipicu oleh hal-hal sederhana seperti scrolling feed i*******m atau sekedar melihat beberapa instastory teman. Dan lebih parahnya la
1.4K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as insecurities quotes
Read
+Library

Frequently Asked Questions

Monolog tentang insecure bisa jadi sangat powerful jika diangkat dari sudut pandang seseorang yang selalu merasa 'kurang' di media sosial. Bayangkan seorang karakter yang terus membandingkan hidupnya dengan highlight reel orang lain, sampai akhirnya menyadari bahwa semua itu hanyalah ilusi.

Drama internalnya bisa dimulai dari obsesi terhadap likes dan komentar, lalu berkembang menjadi ketakutan akan penolakan di dunia nyata. Bagian paling menarik adalah momen ketika karakter tersebut menemukan celah di balik filter Instagram—misalnya, melihat seorang influencer yang tampak sempurna ternyata juga mengalami breakdown di belakang layar. Monolog ini bisa ditutup dengan pertanyaan retoris: 'Kalau semua orang sibuk berpura-pura, lalu siapa yang benar-benar bahagia?'

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status