Mutiara Hati Yang Terabaikan
“Pas pula dengan kakiku. Terima kasih banyak, Kak Masayu. Bisa dipakai buat kuliah.”
“Sama-sama,” jawab Masayu. “Enak kan kalau kuliah? Beda kalau tidak pernah kuliah seperti kakak ipar mu.”
Lagi dan lagi Masayu menyindir. “Kita kalau pernah merasakan duduk di bangku kuliah, pikiran kita bakal lebih terbuka, network kita lebih luas, dan jati diri kita lebih kelihatan. Beda halnya dengan orang yang tidak bisa kuliah seperti kakak ipar mu. Kolot, lelet, gaptek, norak, dan banyak lagi lah. Coba tanyakan pada dia suatu hal, dia pasti tidak banyak tahu.”
Hot Chapters