Satu Malam Lagi, Paman!
Di iris gelap Kaisar, Kaira bisa melihat pantulan dirinya yang berantakan, basah oleh peluh, dan sepenuhnya dikuasai oleh hasrat yang sebelumnya tak pernah dirasakannya.
Di pantulan jendela itu, samar terlihat bagaimana vulgar posisi mereka di atas sofa kala badai terjadi.
“Mas ... ahh, a-aku mau ....” rintihan Kaira terdengar putus asa, cengkeramannya di pundak Kaisar semakin menguat saat gelombang panas dari dalam dirinya melonjak dan semakin tak bisa dikendalikan.
Seakan tahu apa yang akan terjadi padanya, seringai tercetak di bibir Kaisar. “Keluarlah di atasku, Kaira.”