Memar Termanis
ucap Jexon sambil berdiri, bersiap melangkah pergi.
Namun, tangan Paula menahannya. Genggamannya kuat, meski tubuhnya bergetar. “Aku… aku sudah memutuskan untuk tutup mata. Aku tidak akan membiarkan kamu menjadi satu-satunya orang yang jahat dalam hidup ini, Jexon.”
Jexon terdiam, terpaku pada ucapan Paula.
“Aku juga bukan orang baik yang pantas mendapat pengampunan,” lanjut Paula, suaranya pecah. “Anggap saja semua yang terjadi kemarin—kecelakaan, runway, bahkan hadiah teror itu—adalah karmaku.”
Hot Chapters