Istri Pengganti Sang Miliarder
“Iya, kamu memang nggak salah! Ti-dak per-nah sa-lah!”
Arlan memandangku, tampak terkejut dengan amarahku yang tak bisa lagi kubendung. Entah bagaimana, aku merasa semua beban ini ada padaku.
“Iya, aku yang salah! Aku yang salah karena kita nggak punya anak! Aku yang salah sampai Tuhan belum mau menitipkan buah hati. Itu semua salahku, Arlan!” Aku meledak, menumpahkan semua isi hatiku. Tubuhku jatuh lemas ke kasur, menangis terisak sambil menyembunyikan wajahku di antara kedua paha yang kutekuk.