Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu

Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu

“Kenapa?” Bastian menarik napas dalam-dalam. “Kalau ponselmu tidak dipakai lagi, kamu bisa membuangnya. Tadi aku kirim pesan kepadamu, kalau ada yang mengetuk pintu kamarmu, jangan buka pintu. Sepertinya kamu memang tidak peduli dengan keselamatan dirimu sendiri?” Seandainya Bastian tidak datang tepat pada waktunya, entah bagaimana nasib Yura saat ini.
9.33.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105.0K kali sebagai jangan dibuka
Tampilkan Ulasan (857)
Baca
+Pustaka
rincut
nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike
Siti Saodah
cerita yang sangat luar biasa ,menarik sekali untuk dibaca kelanjutannya ,penasaran dengan tokoh Claire Adhitama dan anak anaknya ,hasil perjuangan nya selama ini akan kah berhasil mempertahankan perusahaan ibunya ? dan ,penasaran juga dengan cerita cinta nya yg sudah membesarkan ketiga anaknya ???
Baca Semua Ulasan
Bukan Perawan

Bukan Perawan

Biru berlari menuju garasi, menyalakan mesin mobilnya dan menginjak pedal gas dalam-dalam sebelum mendengar suara Jingga memanggil. “Kenapa belinya enggak lewat aplikasi Gofood atau Grabfood atau Shopee food aja? Kan capek ya kalau harus cari-cari gitu.” Jingga bergumam, masih berbaring di ranjangnya. Tangan Jingga terulur meraih ponsel, dia harus meminta ijin tidak masuk kerja lagi kepada atasannya. Tapi sepertinya kali ini Jingga akan meminta ijin untuk Work From Home.
1074.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai jangan dibuka
Baca
+Pustaka
Kamar 2A

Kamar 2A

“Aku juga nggak ngerti. Bu Narti cuma bilang jangan buka pintu lewat jam dua.” Lia langsung menutup mulut sambil mengangkat tangan. “Stop. Kalo pemiliknya udah kasih aturan serem gitu, itu udah red flag.” “Makasih masukannya,” gumam Rara sarkastis.
491 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai jangan dibuka
Baca
+Pustaka
Kontrak Cinta Sang CEO

Kontrak Cinta Sang CEO

Di luar, lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu, sementara di dalam apartemen, hanya cahaya redup dari jendela yang menerangi wajah Nayaka yang masih terpaku pada berkas di pangkuannya. Ponselnya bergetar. Satu pesan masuk. 📩 Dari: Nomor Tidak Dikenal “Kau tidak seharusnya membuka file itu, Nayaka. Beberapa kebenaran lebih baik tidak diungkap. – S.D.” Jantung Nayaka berdegup keras. Ia menatap layar itu lama, kemudian matanya menyipit pada inisial di akhir pesan. S.D.
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai jangan dibuka
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Bayi Kembar Pengacara Dingin

Ibu Susu Bayi Kembar Pengacara Dingin

Kakak Kakak setelah bab 56 tolong jangan dibuka itu bab 280 karena bukan cerita Pak Pengacara Mohon maaf salah kamar ༎ຶ⁠‿⁠༎ຶ
1038.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai jangan dibuka
Baca
+Pustaka
Dosen Mudaku

Dosen Mudaku

' To be continue~ Besok Up lagi. Jangan lupa follow author🗿
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai jangan dibuka
Baca
+Pustaka
Rahasia di Ranjang Malam Pertama

Rahasia di Ranjang Malam Pertama

*** NOTE: Mau ke mana, tebak?
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai jangan dibuka
Baca
+Pustaka
SSST ... JANGAN BERISIK!

SSST ... JANGAN BERISIK!

Tidak ada jalan masuk. "Hei ... buka pintunya, perempuan sialan! Cepat buka pintunya! Bebaskan mamahku, sialan!" teriak Roy sambil menggebrak-gebrak pintunya. Gadis itu tetap mengacuhkan Roy.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai jangan dibuka
Baca
+Pustaka
Bu, Jangan, Juna Masih Muda!

Bu, Jangan, Juna Masih Muda!

Krieeek. Terdengar suara kenop pintu utama diputar paksa dari luar karena ternyata pintu depan rumah itu lupa dikunci rapat saat Juna memapah tubuh lemas gurunya tadi sore. Langkah kaki sepatu hak tinggi Ibu Linda terdengar melangkah masuk ke dalam lantai ruang tamu tanpa izin, menyebarkan atmosfer intimidasi yang sangat pekat. "Arini? Kamu di dalam kamar, kan? Kenapa pintu depan rumah terhormat ini dibiarkan terbuka tanpa kunci?" tanya Ibu Linda dengan nada suara yang sangat sinis menyelidik.
67.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai jangan dibuka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status