Ibu, Jangan Tinggalkan Kami
Dia masuk ke dalam kamar tanpa bicara, tetapi raut mukanya terlihat muram.
Di rumah yang kami tempati tidak ada barang berharga yang bisa dijual. Ada ponsel milikku, namun nomorku yang tergabung dalam grup W******p sekolah Rahma dan Randu. Selama ini Ibu tidak mau tahu urusan sekolah anak-anaknya. Menjadi delima, haruskah aku menjual perangkat elektronik tersebut?
"Rahma, Mbak mau ke rumah Bude Yani dulu, ya. Titip Dewa."