Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TEMAN TIDUR CEO

TEMAN TIDUR CEO

gumam Lucas sambil menyeringai dari balik maskernya. Lucas telah benar-benar menganggap restoran ini adalah sebuah medan peperangan merebut hati. “Lihat tuh, dia lagi ketawa-ketawa. Bahaya ini kalau chemistry mereka semakin terbentuk!” gumam Lucas sambil memutar otak. Dia segera membuka ponselnya, lalu mulai mencari artikel “Trik Mengganggu Fokus Lawan” “Ganggu konsentrasi, Buat salah tingkah, Tetap kelihatan kalem!” Lucas menyeringai licik. “Siap! Operasi ganggu fokus dimulai!”
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai jangan ganggu banci
Baca
+Pustaka
Istri Kesayangan Mafia Posesif

Istri Kesayangan Mafia Posesif

Dealer, seorang pria paruh baya berjas hitam, hanya mengangguk singkat lalu membagikan kartu. "Banker dapat lima… Player tiga." Suaranya datar, namun Fenric menangkap kilatan gugup di matanya. "Tambah kartu." Kartu terakhir dibuka. "Banker delapan." Senyum tipis terlukis di bibir Nero. "Lihat? Mudah." "Itu bukan keberuntungan biasa," bisik Fenric menatap Nero sedikit curiga. "Di sini, keberuntungan diciptakan … bukan ditunggu."
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai jangan ganggu banci
Baca
+Pustaka
TANPA BA BI BU HEY NIKAH YU!!!

TANPA BA BI BU HEY NIKAH YU!!!

“Jadi, mari kita patuhi hukum.” “Hukum kepalamu! Kalau aku mimpi buruk gara-gara kamu ngorok, aku tuntut balik.” Bara ngakak. “Tenang aja. Ngorokku berirama. Banyak yang bilang kayak jazz.” “Jazz apaan?! Jazz bikin migrain, iya!”
798 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai jangan ganggu banci
Baca
+Pustaka
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Gestur yang secara universal bermakna: Jangan ganggu aku. Dimas menelan ludah yang terasa seukuran bola tenis. "AC-nya ... kayaknya perlu diservis, deh?" Dimas mengibas-ngibaskan kerah kemejanya secara berlebihan, menciptakan angin ribut buatan. "Gerah banget! Kamu nggak kepanasan pakai gamis tebal gitu?" Srek. Hanya bunyi kertas yang menjawab. Dimas menggigit bibir bawah.
877 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai jangan ganggu banci
Baca
+Pustaka
Wanita Penggoda

Wanita Penggoda

Salah satu banci menghampiri mobilku sambil bernyanyi. “Maaf, saya mau tanya.” Ucapku usai memberi uang sepuluh ribu pada waria bergincu merah muda. “Tanya apose?” “Apa ... hmm ... Mbak kenal sama waria yang bernama ... Mayang?” “Mayang yang manong? Mayang tukang mangkal di pantura? Mayang yang ngamen sambil jualan bala-bala? Atau ... Mayang ketua banciners?”
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai jangan ganggu banci
Baca
+Pustaka
Bukan Pewaris Biasa

Bukan Pewaris Biasa

Ia membisikkan sesuatu di salah satu telinga cucu Aji Kartanegara itu. "Dua dadu emasku masih belum kulemparkan. Aku masih menunggu ketersediaan mereka untuk ikut bermain di meja judi," bisik Rangga. Ucapan pengawal itu tampak membingungkan. Gilang sampai berpikir siapa yang dijuluki dengan si dadu emas. Namun yang ada dipikirannya saat ini hanyalah wajah Dannis dan Juna. Terlebih lagi, mereka berdua menghilang entah ke mana. Padahal besok adalah rapat pemegang saham.
1055.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai jangan ganggu banci
Baca
+Pustaka
Setelah Mengetahui Rahasia Bos Wanitaku, Aku Terkena Masalah Besar

Setelah Mengetahui Rahasia Bos Wanitaku, Aku Terkena Masalah Besar

Saat ini Deon tiba-tiba berdiri di belakang dan berkata dengan penuh minat. "Jangan begitu terburu-buru mau dimanfaatkan orang!" Tiba-tiba meja judi menjadi gempar. Yang paling ditakuti oleh para pemain level tinggi ini adalah seseorang akan muncul untuk mengganggu situasi di saat genting. "Hei! Dari mana asalmu? Kamu seorang magang di kasino? Apa kamu nggak paham peraturan di sini dan menyela sesuka hati?"
9.31.8M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48.7K kali sebagai jangan ganggu banci
Tampilkan Ulasan (491)
Baca
+Pustaka
Arthur Parengkuan
Daya imajiner penulis luar biasa.Mampu mengendalikan bahkan terkadang membiarkan emosi dan pikiran pembaca tersalur lewat mata yang seturut dengan laju lambatnya kalimat per kalimat yang akan dilewatinya bersama rasa penasaran akan hal yang akan terjadi di depannya...peran tokoh salut buat penulis..
Danny Langoi
ceritanya payah...kenapa baru sekarang si kakek mengamcam Luna dengan abu mendiang ibu Luna yang mau dibuang ke sungai, waktu perjodohan awal dengan keluarga Tier kenapa tidak pake ancaman itu..? trus kenapa Lunanya mau juga mengikuti ancaman kakek nya, mau mengikuti keinginan kakek nya ...payah......
Baca Semua Ulasan
DARAH SEPASANG

DARAH SEPASANG

Aku terbangun dari tidur. Saatnya aku bangkit dan mandi kembali. Lantas, pergi ke bekas pabrik gula untuk menemui Lyli dan yang lainnya. Sebelum pergi, aku melihat kearah Rangga. Aku harap, suatu saat dia akan berubah. Uangku tinggal sedikit. Rangga pun, sudah tidak pernah menang dalam berjudi. Aku tahu, hal ini akan terjadi! Karena, aku takkan mampu untuk mempertahankan pantangan no.2 (zina).
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai jangan ganggu banci
Baca
+Pustaka
Broken Flower

Broken Flower

“Risiko adalah bagian dari permainan. Tapi kita tidak hanya bermain. Kita selalu jadi pemenang.” Percakapan yang serius terhenti sejenak ketika ponsel Benicio bergetar di saku jasnya. Dengan gerakan yang tenang, pria tua itu mengambilnya dan berjalan menjauh dari meja untuk menerima panggilan tersebut. Sementara itu, James dan yang lainnya menunggu dalam keheningan, hanya suara jam dinding yang terdengar.
1011.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai jangan ganggu banci
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

“Jangan-jangan ...,” Next?
9.949.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai jangan ganggu banci
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status