Menyusui Bayi Dokter Tampan
"Kamu nggak boleh pergi, karena selamanya Gibran butuh kamu. Jika kamu menyelesaikan masa menyusuimu, maka kamu bisa bekerja di salah satu perusahaan milik kami."
"Benarkah?" Bibirku bergetar. Perasaan yang membuncah, seolah ingin meledak. Apakah ini merupakan jawaban dari doa-doa yang ku panjatkan selama ini?
"Jika sudah saatnya, saya bisa bantu kamu untuk mengembalikan ijazahmu. Sebenarnya kamu bisa bekerja tanpa harus menyerahkan ijazahmu, karena kami percaya. Dari awal saya memang heran, kamu terlihat cantik dan cerdas, walaupun setelah bercerai kamu bekerja sebagai pelayan toko." Lagi-lagi pria itu menelan ludahnya. "Tapi yang namanya perusahaan, tetap harus ada hitam di atas putih. Kam