Candu Dekapan Kakak Ipar
Yang pria itu maksud adalah pekerjaan sungguhan, di luar rumah, dengan gaji dan posisi yang jelas.
“Nggak tahu, Mas,” jawab Djiwa lirih. Jemarinya menggenggam sapu lidi lebih erat, seolah mempersiapkan diri menerima kritik berikutnya.
“Ijazah kamu masih ada?” tanya Radja lagi, suaranya tetap datar tanpa emosi yang terbaca.
Djiwa mengangguk kecil. “Masih, Mas.”
“Kalau begitu, gantikan sekretaris saya. Dia cuti lahiran.”