Jerat Pemikat
jawabku.
“Huu … dasar playboy JSM,” sorak Asma membuat Marimar tersenyum lagi dan aku membalas senyumannya.
Marimar sebenarnya bukan pacarku, dia teman sekelasku yang kebetulan tak ada teman selain aku dan Asma. Kacamata tebal, muka burik dan selalu kuper alias nggak punya teman. Selain itu, dia wanita yang direkomendasikan Asma–anak dari Om Hamzah yang menjadi teman Bapakku. Karena kasihan, aku ajak dia jalan selagi aku sempat. Bukan karena aku cinta, tapi karena lebih ke kasihan. Jika denganku dia cosplay jadi gadis yang asik, tapi kalau dengan yang lain dia sungguh sangat cupu dan culun.
Bab Populer