Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jatah Secangkir Beras Di Rumah

Jatah Secangkir Beras Di Rumah

Dia lebih senang bermain dengan anak-anak tetangga di luar rumah. Kuembuskan napas berat, lalu segera keluar rumah untuk mengangkat jemuran. Sambil menunggu waktu jelang sore. "Mbak Ratna!" Aku menoleh. Mbak Pipin, tetangga depan rumahku sudah berdiri di depan pagar. "Ya mbak, ada apa?" Jawabku. Sambil mendekap cucian, aku berjalan menghampirinya.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai jendela samping rumah
Baca
+Pustaka
ISTRI SEMPURNA DI HIDUP KEDUA

ISTRI SEMPURNA DI HIDUP KEDUA

Aroma samar kopi dan kayu memenuhi udara, seperti memanggil siapapun yang masuk untuk duduk sebentar. Jendela besar di sisi kiri rumah menghadap langsung ke bangunan di sebelahnya—markas/kantor milik Jane. Markas itu seperti perpanjangan dari rumah, tapi lebih kaku dan tegas. Dindingnya dilapisi panel baja tipis, pintunya dari besi dengan sistem kunci elektronik. Dari luar, orang bisa melihat siluet rak peralatan, monitor, dan papan rencana yang menempel penuh coretan dan foto.
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 632 kali sebagai jendela samping rumah
Baca
+Pustaka
MEMBALAS HINAAN KAKAK-KAKAKKU

MEMBALAS HINAAN KAKAK-KAKAKKU

Tak perlu bersusah payah membuka gerbang karena memang belum ada. Berhenti di jarak yang lumayan dekat, aku menatap kagum pada bangunan di depanku. Rumah yang terbilang cukup besar ini memiliki teras yang cukup luas. Dua jendela kaca yang mengapit pintu membuatku yakin kalau sinar matahari cukup mampu menerangi ruang tamunya. Kami kembali melanjutkan langkah. Melihat-lihat rumah dari arah samping. Melihat dua jendela yang berjarak sekitar empat meter membuatku yakin kalau itu dua buah kamar.
1040.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 890 kali sebagai jendela samping rumah
Baca
+Pustaka
Bolehkah Aku Menangis

Bolehkah Aku Menangis

Suaranya terdengar tegas, seperti enggan membahas lebih jauh. Aku terdiam. Berharap, tempat ini aman untuk kami. Saat Fina mendekati rumah berwarna kuning, aku bertanya, "apakah ini rumahnya?" Dia hanya mengangguk sembari membuka kuncian. Dua jendela kaca berukuran setengah meter di depan. Ada teras berkeramik putih dihiasi empat tanaman hijau berdaun panjang.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai jendela samping rumah
Baca
+Pustaka
Aku, Musuhku dan Para Pemburu

Aku, Musuhku dan Para Pemburu

Jamie berjinjit mendekati pintu dan memutar pegangannya. Ia nekat keluar kamar dan menuruni tangga kayu. Matanya membelalak saat melihat rumah kabin dari kayu yang luas dan megah. Mereka memiliki jendela kaca yang besar dengan tirai-tirai tertutup agar matahari tak langsung masuk ke dalam rumah. Walau begitu rumah mereka mendapat pencahayaan yang cukup sehingga tak tampak suram.
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai jendela samping rumah
Baca
+Pustaka
BUKAN SUAMI RAHASIA

BUKAN SUAMI RAHASIA

Ketenangan kami terusik, ketika aku berseru untuk memberitahu Jay mengenai jendela besar tetangga di sebelah kanan kami yang langsung menghadap ke rumah ini. “Jay, beberapa waktu lalu, aku sering melihat pria dengan tubuh tinggi selalu mengawasiku di balik gorden tembus pandang itu,” tunjukku tepat ke arah jendela. “Hem, begitu.” Santainya tanggapan Jay membuatku ingin menciumnya dengan kasar. “Ya, sudah lupakanlah.” “Jika kau penasaran, kenapa tidak mencoba bertanya pada nyonya Martha?” Jay memberi saran.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai jendela samping rumah
Baca
+Pustaka
CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU

CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU

Jendela kaca buram dekat pintu menghadap langsung ke area jemuran. ”Jendelanya menghadap tempat jemuran. Jadi, lebih lega karena banyak angin masuk. Bagaimana, bagus kan?” Darto berdiri di samping Miranti, terlalu dekat hingga Miranti bisa mencium aroma rokok dari mulutnya. ”Iya, Pak. Bagus,” jawab Miranti singkat. Miranti memandang sekeliling kamar kosnya. Berbeda dengan rumah kontrakannya, kamar kos ini tidak memiliki kamar mandi dalam.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai jendela samping rumah
Baca
+Pustaka
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Juga, indra penciumanku tidaklah hilang, aku bisa merasakan wanginya masakan tersebut, sebuah hidangan yang sering aku makan ketika membantu bapak dan ibu di tengah sawah, di tengah terik mata hari di dalam saung dengan pemandangan kebun dan sawah yang sangat luas di tengah hutan. Penasaran atas apa yang terjadi, akhirnya aku berdiri dari dudukku, aku berjalan ke arah jendela. Sebuah jendela yang terbuat dari kaca tipis yang sangat bening, dengan gorden yang berwarna putih bersih yang sudah terbuka sepenuhnya. Aku melihat dengan seksama ke arah luar, dan ternyata. Aku melihat banyak sekali pepohonan yang ada di sekeliling rumah kayu ini, pepohonan yang sangat-sangat lebat dengan ukurannya ya
9.631.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 997 kali sebagai jendela samping rumah
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Baca Semua Ulasan
Lelaki Penakluk Nona Muda

Lelaki Penakluk Nona Muda

Ia bangkit dari duduk, beranjak menuju jendela. Jendela ruang kerja itu menghadap ke taman belakang rumahnya. Begitu berdiri di belakang jendela, sebuah air terjun berukuran cukup tinggi langsung tertangkap oleh matanya. Zain membuka jendela lebar-lebar. Memberi akses kepada semilir angin untuk dapat masuk dengan leluasa sekaligus memperluas jarak pandangnya. Menumpukan kedua tangan pada bingkai jendela, Zain menarik napas dalam berulang kali sembari mengedarkan pandangan pada hutan buatan yang terdapat di halaman belakang rumahnya itu.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai jendela samping rumah
Baca
+Pustaka
Pesan Nyasar Dari Sahabatku

Pesan Nyasar Dari Sahabatku

Apakah keluguan telah membuat mata batinku tertutup? Aku langsung bangkit dari dudukku. Berjalan dengan kaki yang masih lemas. Tertatih diriku mendatangi dua jendela berkusen kayu dengan cat warna putih tersebut. Jendela itu berbentuk persegi panjang dengan model langsing. Sengaja tak dipasangi teralis besi oleh Mas Hendra sebab dia mengatakan takut apabila terjadi kebakaran di rumah.
10119.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai jendela samping rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status