Pergilah, Temukan Dia
Dia mendongak, menatap Yogi yang berdiri dengan tangan di belakang, dan kenangan lama yang terkunci di benaknya mulai terbuka.
Malam telah tiba. Di alun-alun Universitas S, cahaya lampu kuning hangat menerangi orang-orang yang berlalu-lalang dengan cepat.
Di depan perpustakaan, Jenny menghentikan Yogi, dengan wajah memerah dan keberanian besar menyatakan cinta, dan seperti dugaan, hanya mendapatkan ucapan terima kasih.
Saat itu, hati Jenny penuh dengan kegagalan dan penyesalan, sampai dia tak bisa menahan diri untuk mengacak-acak rambutnya sendiri.