Our Secret Wedding
Cukup untuk membangkitkan desakan naluriah, tidak lebih.
Sepuluh menit kemudian, seru langkah kaki berat terdengar. Javin muncul, begitu tampan dan berkelas dengan jas hitam dan dasi longgar. Senyum muncul di bibirnya saat melihat Rengganis.
"Ganis??? Wow... you look... stunning tonight," ujarnya sambil menarik kursi.
Rengganis tersenyum samar, menyambutnya dengan lirih. "Kamu juga Mas, tampan seperti biasanya."