Di Antara Dua Sujud
Aku terlalu dingin dan penakut, itu yang dikatakan mang Dadang, satpam di kompleks sebelah yang selalu aku ajak minum kopi di kedai mbak Sri.
"Faizal akan berusaha Ummi, kalo memang belum ada yang pas, Faizal pasrah dengan pilihan Ummi," ucapku.
Ummi mengengam tanganku dengan lembut, dia mengelus kepalaku dan mengecupnya. Air matanya menetes lagi dan lagi.
"Yah, masalah jodoh, memang nggak bisa dipaksakan juga. Faizal sudah dewasa, dia bisa menentukan pilihannya sendiri."
Sikat na Kabanata