Kami Bisa Tanpamu Mas
Selama ini Faiz memang lebih dekat dengan uminya, bukan tanpa alasan, abah mereka sangat sibuk dan lebih sering berada di pesantren untuk mengurus santri-santri, membuat Faiz dan kedua saudarinya lebih sering tinggal bersama umi mereka di rumah.
“Mohonlah pada Allah, Nak, umi hanya bisa membantu dengan doa agar hati abahmu di lembutkan. Faiz harus percaya, jodoh, maut dan rizki seseorang sudah ditentukan saat ruhnya ditiupkan ke dalam rahim seorang ibu, jadi jika memang wanita itu adalah jodohmu, maka yakinlah, akan ada cara agar kalian bisa bersatu, Nak,” bijak uminya Faiz memberi nasihat, kemudian pergi meninggal Faiz seorang diri yang terpengkur dengan perasaannya.
=======================
الفصول الرائجة