JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!
Tapi Watanabe saat ini berdiri, karena ada orang lain yang duduk di kursinya.
Orang yang asing bagi Ayu, lebih muda dari Watanabe. Tidak sangat muda, tapi lebih dari tiga puluh tahun yang pasti. Rambutnya sedikit panjang. Terlalu panjang malah untuk ukuran pegawai. Tapi dengan dia duduk di kursi Watanabe, sudah jelas pria yang cukup tampan itu memiliki jabatan lebih tinggi dari Watanabe. Kemungkinan tidak ada yang berani menegur soal panjang rambutnya.
Bersamaan dengan Mori, Ayu dan Riko membungkuk. “Kami datang, Sato-san.” Mori menyapa pria yang duduk itu.