Pertemuan Kedua : Dia yang Kembali
Kain yang melapisi punggung itu tampak basah, menciptakan kesan seksi seorang pria di pagi hari.
Ketika ia mengambil langkah, bayangan yang tergambar di sebelah barat juga turut bergerak. Mereka berjalan seirama, seperti dua orang yang sedang berdansa. Bahkan kini alunan musik terdengar nyata berkat pengeras suara yang terpasang di lubang telinga. Kabel panjangnya menjuntai ke bawah lantas hilang di telan saku celana.
Jakun Arkan berguling cepat. Ada sebongkah rasa malu yang tiba-tiba muncul di hatinya. Dia terdiam sejenak lalu mengumpat, "Menggelikan!"