Dikira Preman Suamiku Ternyata Sultan
Jari telunjuknya mengetuk langsung pada contoh helaian benang berwarna keemasan, “Kita pake ini aja, biar semuanya kelihatan mewah.”
Wijaya mengembuskan napas pendek, “Jangan warna itu, Ma. Masa laki-laki pakai warna gold? Papa pikir warnanya norak dan nggak masuk sama anggota laki-laki di keluarga kita.” Tolak Wijaya cepat, tak suka dengan warna kainnya.
Renita menatap tajam pada Wijaya, “Maksud Papa apa?”
“Warnanya alay!” Wijaya memperjelas, “Terlalu lebay dan terlalu heboh,” Tambahnya yang seketika mendapat pelototan dari sang istri.