Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hadiah Kelulusan dari Ayah Angkat

Hadiah Kelulusan dari Ayah Angkat

"Kenapa diam saja? Apa harus kuperiksa, biar tahu sendiri jari yang membuatmu nggak bisa tidur semalam itu panjang atau pendek?" "Cicipi rasamu sendiri." Di kantor wakil direktur rumah sakit, dokter pembimbingku sedang berdiri di luar pintu, sementara aku di dalam ditindih ke dinding oleh ayah angkatku, Juna Narendra. Aku mengenakan seragam perawat ketat yang dia buatkan khusus untukku, sangat pendek menyentuh pangkal paha saja. Payudaraku yang montok ukuran 36E tertekan hingga berubah bentuk di balik jas putih itu. Celana safety aku sudah robek paksa oleh tangan besarnya yang panas dan kasar. Jari-jarinya yang panjang bergerak masuk-keluar dan menggesek dengan liar di balik lapisan kain ter
1.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 25 Beses bilang kain sarung batik
Read
+Library
JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

Triyuki Boyasithe
Rumah ini dulunya dihuni oleh Rarashati dan ibunya, Nyai Romlah. Pasca Nyai Romlah meninggal, tinggallah si Rara di rumah ini sendirian. Sayang seribu sayang. Sebulan setelah kematian ibunya, Rara juga meninggal. Tidak ada yang tahu pasti apa penyebab kematiannya. Namun, semua penduduk meyakini dia meninggal karena kesepian dan putus asa. Memang tidak ada ditemukan tindak kekerasan di tubuhnya. Hanya saja ada yang aneh ketika dia dimandikan. Perutnya terlihat membuncit. Padahal tubuhnya kurus kering. Semua orang mengira mungkin Rara mengidap busung lapar. Sehingga abai dengan perihal tersebut. Sampai akhirnya sehari setelah dikubur, warga yang melintas di kuburan baru tersebut mendenga
9.93.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 118 Beses bilang kain sarung batik
Read
+Library
Dendam Qarin Ibu

Dendam Qarin Ibu

Ainun Bell
Kehidupan Kamelia begitu buruk. Mendapat suami toxic dan malas, membuatnya harus bekerja keras memenuhi kebutuhan hidup. Namun cobaan itu bertambah berat saat Kamelia sakit struk dan mengakibatkan tubuhnya lumpuh. Kemalangan itu membuat seluruh kehidupan mereka ikut tumbang. Rozi yang syok dengan semua ini, tidak bisa mengendalikan diri. Dia stres dan depresi karena penopang hidupnya yaitu istrinya kolaps. Lalu suatu hari, dia meninggalkan istri dan ketiga anaknya untuk melepaskan penat dengan hobi memancing. Istri dan ketiga anaknya terkurung dalam rumah yang pekat dan gelap selama seharian. Tanpa makan, tanpa minum. Lalu satu kejadian menambah penderitaan itu semakin mengerikan. A
101.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 53 Beses bilang kain sarung batik
Read
+Library
Rahasia Memalukan Bersama Ayah Muridku

Rahasia Memalukan Bersama Ayah Muridku

Di tengah padatnya jam sibuk pagi hari di dalam kereta, dengan mata yang memerah, aku terdesak oleh lautan manusia hingga ke sudut gerbong dan ikut terhuyung mengikuti laju kereta. Sosok tubuh pria yang terasa hangat menempel begitu erat di tubuhku, sementara hembusan napasnya sesekali terasa menyapu lembut di telingaku. Yang lebih parahnya lagi, aku bisa merasakan dengan sangat jelas sebuah benda keras yang terhalang oleh kain rok tipisku, berulang kali bergesekan dan membentur area sensitifku. Benturan itu membuat kakiku terasa lemas. Gemetar reflek dari tubuhku tampaknya malah memicu desahan napas tertahan dari pria itu, yang perlahan mulai meruntuhkan akal sehatku. Awalnya kupikir, begit
1.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 54 Beses bilang kain sarung batik
Read
+Library
Dituduh sebagai Menantu Durhaka

Dituduh sebagai Menantu Durhaka

Ayah mertuaku jatuh terpeleset dan terkena serangan stroke. Darah menggenang di lantai dari kepalanya. Aku mengambil kain pel dengan tenang dan membersihkan darah di lantai. Menit-menit ini adalah waktu penting untuk menyelamatkan nyawanya. Tapi aku, menantu perempuannya, membiarkan waktu tersebut berlalu begitu saja. Di kehidupan sebelumnya, aku adalah orang pertama yang mengetahui jatuhnya ayah mertuaku. Aku cepat-cepat memanggil ambulans untuk membawanya ke rumah sakit. Tindakan operasi perlu tanda tangan persetujuan dari anggota keluarga terdekat. Tapi saat aku menelepon suamiku, dia mengira aku cemburu karena dia sedang bersama cinta pertamanya. Dia menolak datang ke rumah sakit dan men
5.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 104 Beses bilang kain sarung batik
Read
+Library
Terpaksa Menjadi Istri Kedua, Ternyata Suamiku Mencintaiku

Terpaksa Menjadi Istri Kedua, Ternyata Suamiku Mencintaiku

“Ayoo bangun, Sayangku,” Angga mencoba lagi, kali ini mencubit hidungku gemas. Aku membuka mata sedikit, memohon. “Mas, aku masih capek dan lemas banget. Kamu duluan aja.” Angga tertawa pelan, tawa yang membuatku ingin meninjunya sekaligus menciumnya. “Loh, kan seharusnya yang kecapekan itu aku, sayang?” godanya, matanya penuh ejekan jenaka. Mataku langsung terbuka lebar. Aku mendorong pelan wajahnya. “Enak saja kamu, ya, kalau ngomong!” Angga tertawa puas. Ia mencium bibirku singkat, sebuah sentuhan pagi yang membuat jantungku berdesir. “Yasudah, kamu tidur lagi sebentar. Aku mandi duluan, Muachhh…” Setelah mandi, kami berdua berdiri berdampingan. Keintiman semalam mengubah segalanya.
727 viewsOngoingIdinagdag sa Library 22 Beses bilang kain sarung batik
Read
+Library
Bercinta dengan Naga

Bercinta dengan Naga

Pierre Magnol
Latu perempuan istimewa yang terlahir di bawah sinar bulan purnama mengalami mimpi janggal di malam pertama ketika usianya 17 tahun. Seorang laki-laki asing yang takmengenakan sehelai kain di tubuhnya menyentuh Latu dengan tangannya yang dingin, namun anehnya semua terasa begitu nyata seolah saat itu Latu tidak dalam dunia mimpi. Latu tahu persis jika laki-laki itu bukanlah penduduk Pulau Tannin. Latuh mengenal semua penduduk pulau kecil yang dahulu tanah suci tempat seekor naga bersemayam ini. “Bahkan beribu tahun sebelum kau dikandungan, kau sudah kepunyaanku Latu.” Kata laki-laki yang sudah muncul sebanyak tiga kali dalam mimpi Latu itu. Kebingungan Latu akan mimpinya seolah belum
102.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 45 Beses bilang kain sarung batik
Read
+Library
30 Hari Menggapai Cinta

30 Hari Menggapai Cinta

Keluarga Anarta merupakan salah satu keluarga berada di Kota Suro. Mereka memiliki dua anak laki-laki, dengan si sulung bernama Wahyu Dwi Anarta dan anak bungsu bernama Grey Anarta. Wahyu yang telah menginjak usia 30 tahun dan menjadi anak sulung, ditunjuk menjadi pemimpin perusahaan keluarganya. Dia dituntut untuk bersikap dewasa agar dapat menjadi pewaris keluarga. Selasa siang, tepatnya di awal bulan April, Wahyu mendapat tugas dari perusahaan untuk menuju ke toko kain yang merupakan pemasok bahan utama perusahaannya. Di sanalah dia bertemu dengan Aprilia yang merupakan anak gadis dari pemilik toko kain. Wahyu merasa jatuh cinta pandangan pertama kepada April, begitupula sebaliknya. Na
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 54 Beses bilang kain sarung batik
Read
+Library
Membuang Bulan Demi Batu Biasa

Membuang Bulan Demi Batu Biasa

Siapa yang tidak kenal Oscar? Di ibu kota, dia adalah anggota Keluarga Demetrius yang paling berandal pada generasi ini. Di usia 18, dia sudah berani menaikkan harga untuk melawan ayah kandungnya sendiri di pelelangan demi merebut barang antik. Di usia 20-an, dia bermain balap sampai hampir kehilangan nyawa di kaki Gunung Alpen. Kecepatannya berganti pasangan bahkan lebih cepat daripada brand mewah merilis koleksi baru. Dia pernah berkata, "Pernikahan itu kain pembungkus kaki dari abad lalu. Siapa mau pakai, pakai saja." Namun tiga tahun lalu, Oscar justru berlutut di depan rumah Emma. Di malam yang turun hujan deras, selama 12 jam penuh, hanya agar Emma mau melihatnya sekali saja. Emma sang
3.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 76 Beses bilang kain sarung batik
Read
+Library
Hasrat Liar di Bawah Satu Atap

Hasrat Liar di Bawah Satu Atap

Ruang tamu rumah itu terasa begitu luas, namun entah mengapa udara di sekitarnya terasa menyempit, menekan paru-paruku. Malam ini adalah awal kehidupan baruku bersama Ibu di rumah suami barunya. "Bella, ayo, jangan malu-malu. Mulai sekarang kita adalah keluarga," ucap Ibu dengan senyum merekah, menarik tanganku agar lebih mendekat. Di hadapanku berdiri dua sosok pria yang kini menjadi bagian dari hidup kami. Arthur, ayah tiriku, duduk dengan wibawa yang mengintimidasi. Usianya memang sudah menyentuh kepala lima, tapi aura maskulinnya justru semakin pekat. Tubuhnya gagah, terbalut kemeja yang sedikit ketat di bagian dada, dan brewok tipis di dagunya memberikan kesan tegas yang sulit dia
640 viewsOngoingIdinagdag sa Library 19 Beses bilang kain sarung batik
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status