LAILA
Aku yang pasrah mulai semangat, "Apapun yang adik masak. Kakak akan makan."
Lia kemudian pergi cukup lama dan kembali membawa pakaian dan keperluan lainnya. Yang tidak ku mengerti dia juga membawa sapu tangan dan botol aneh.
"Apa itu Dik Lia?" Tanyaku saat melihat Lia meneteskan air botol itu ke sapu tangan.
Dia tersenyum, "Ini obat bius kak!"
Aku tercengang mendengar ucapannya, "Lia, kakak bisa melakukannya sendiri, tidak perlu dibius, cukup lepaskan..."