Kamar 2A
“Aduh, sakit! Lihat ekspresimu deh!”
Lia mencubit pinggang Rara, hampir menimpuknya dengan kopi panas di tangan satunya. “Ih, nggak lucu! Aku harus ngomong apa sama Ibu?!”
Rara mengaduh kesakitan, mengusap air mata, lalu menarik tangan Lia dan mendudukkannya di kursinya. “Tenang, ayo kita duduk dulu.”
Lia melipat tangan depan dada. Tiba-tiba seperti teringat sesuatu, ekspresinya berubah 180 derajat. “Eh, tapi sebenarnya aku mau sih jadi kakak iparmu.”
Bab Populer