Kak, Aku Kedinginan
Kak Eki menunda seminar medis internasional dan terus berjaga di sisi ranjang rumah sakit tanpa beranjak sedikit pun.
Kak Dimas bahkan membeli kembang api di seluruh kota hanya demi melihat senyumannya setelah pulih dari sakit.
Mereka diam-diam saling berkompetisi, seolah tidak ingin kalah dalam memanjakan Nara.
Namun, tidak seorang pun teringat bahwa aku masih dikurung di dalam ruang pendingin, bahkan jasadku sudah membeku bening bak kristal.
Baru tiga hari kemudian, setelah putri palsu itu pulang dari rumah sakit, mereka teringat padaku.