Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ujung Senja

Ujung Senja

“Dengo orangnyo, habis keno tangani.” Kak Hanum mencibir, menunjukkan ekspresi masa bodoh. Kemudian dia kembali sibuk dengan bahan makanan di hadapannya. Tangan Kak Hanum lincah merajang tempe, mulutnya sibuk menceritakan banyak hal padaku. Wanita ini pandai membuatku merasa nyaman. “Kalau tak ingat, Mega, Era pun malas nak balek, Kak.” “Iyo pulak, Ra. Budak tu biaso tinggal di kota besar, Akak yakin, dio tak betah tinggal di Siak.”
108.5K viewsCompletedAdded to Library 287 Times as kakak senja
Read
+Library
Petaka Di Lorong Kampus

Petaka Di Lorong Kampus

“Berempat? Maksudnya sama Kak Dylan, Kak Seno dan Kak Yasmine?” Wendi tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan adiknya. Renata dan Yoke hanya menyimak percakapan kedua kakak beradik itu. Sebenarnya mulut Renata sudah gatal ingin menyapa Seno dan menanyakan mengapa dia ada di cafe ini, tapi Renata sadar hanya dia yang melihat kehadiran Seno disana, dan dia juga ragu apakah itu Seno yang asli atau penunggu cafe yang menyerupai Seno. “Aku Seno, asli Seno”
103.2K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as kakak senja
Read
+Library
Kak, Kalian Sungguh Kejam

Kak, Kalian Sungguh Kejam

Linda memegang ujung baju Joseph dan berkata dengan sedih, "Kak Joseph, jangan marah. Aku yang payah, malah alergi seafood. Kak Rina pasti nggak sengaja. Kalian jangan salahkan dia!" Ekspresi Joseph berubah seketika. Dia berujar dengan wajah dingin, "Sialan anak itu. Kami terlalu memanjakannya sehingga dia memiliki sifat yang sombong dan arogan."
8.9K viewsCompletedAdded to Library 194 Times as kakak senja
Read
+Library
Ranjang Panas Istri Kedua

Ranjang Panas Istri Kedua

tutur Senja. "Iya sama sama. Kalau kamu mau ambil mangga lagi, silahkan langsung datang!" Johan tersenyum ramah kepada Senja. Bi Sari dan Senja pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Senja meminta Bi Sari untuk membuatkannya sambal rujak buah. "Bibi, tolong buatkan aku sambal yang pedas ya? Untuk teman cocolan mangga muda!"
1014.4K viewsCompletedAdded to Library 545 Times as kakak senja
Read
+Library
Senandika

Senandika

“Bukannya nggak enak?” Shera melototkan matanya, tidak setuju varian kesukaannya dibilang tidak enak. “Enak kok, jahat banget yang bilang full cream nggak enak. Sama kaya yang bilang matcha rasanya kaya rumput, padahal enak.” “Selera lo aneh-aneh, ya,” Jevan mengangguk-angguk takjub sambil menepuk tangannya. “Samyang yang kemarin gimana? Pedes?”
2.5K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as kakak senja
Read
+Library
Ah, Jangan Kakak Ipar

Ah, Jangan Kakak Ipar

Apakah ini tidak apa apa? “Kamu sandaran dulu, aku ambil minyak zaitun—” “Di kamar dekat botol susu,” potong Risa cepat. "Sekalian pumping." Damar mengangguk, ia bergerak cepat mengambil kedua barang itu, tak ingin membuat Risa semakin kesakitan. “Sini,” pinta Damar. "Senderan ke dadaku," ucapnya begitu kembali. Dengan ragu, Risa menghampiri Damar, duduk di depannya dan merasakan jantung Damar yang berdetak keras.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as kakak senja
Read
+Library
Dekapan Hangat Om Dokter

Dekapan Hangat Om Dokter

Astaga, Senja ingin menceburkan dirinya sendiri ke dalam kolam renang, supaya otaknya kembali dingin dan bisa berfungsi dengan baik dan melupakan kejadian memalukan tadi. “Senja!” Senja berlonjak, nyaris saja gelas di tangannya meluncur bebas di lantai, matanya menoleh ke arah seseorang yang sedang duduk bersila di sofa, dengan cengiran lebar, tak merasa berdosa. “Mas Kenzo ngagetin, deh!” Kenzo tergelak, lalu bangkit dari tempat duduknya. “Bisa temani aku makan? Aku baru saja membeli pizza.”
101.0K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as kakak senja
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status