Tetanggaku Maduku
Kakinya terasa bergetar, namun dia berusaha tetap berdiri agar Rahman tak bisa menjangkaunya.
Laki-laki yang sudah berpenampilan berantakan itu akhirnya berlutut di depan Ayu. Mata elang yang biasa terlihat menawan, malah dikatakan karena luka ulahnya sendiri.
"Maaf, Yu. Maafkan aku. Aku khilaf. Jangan pernah memintaku untuk menalakmu. Ingatlah Rafli," mohon Rahman, matanya berkaca-kaca.
Ayu menunduk, lalu membuang muka. Wanita itu tertawa miris.
Hot Chapters