Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
When We Lost

When We Lost

Kala berkata dengan tegas. Mata Kala begitu tegas dan tajam denngan ujung meruncing. Bola matanya berwarna cokelat terang dengan bulu mata yang panjang namun nyaris tidak memiliki double eyelid. Wajahnya lonjong dan agak tirus dengan rambutnya berantakan disekitar wajahnya. Almi baru memahami kenapa Reta dan seluruh ribuan gadis memuja Kala. Karena Kala begitu tampan.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai kala itu
Baca
+Pustaka
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

kata laki laki dengan setelan jaket kulit dan celana hitamnya. “Raynal?” Raina terkejut melihat siapa wajah dibalik helm tersebut. “Kamu pikir aku siapa? Artis?” tanya Raynal masih memandangi Reina yang terkejut. “Ayo naik, mau pulang nggak?” tanya Raynal lagi. “Kok kamu sudah nggak pakai seragam? Ngapain disini?” tanya balik Raina. “Naik dulu, keburu sore” suruh Raynal.
18.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 540 kali sebagai kala itu
Baca
+Pustaka
Dear Kakak Kelas

Dear Kakak Kelas

Entah kenapa rasanya berbeda saat menyentuh tangan gadis itu? Tasya .. nama yang indah.. *** Mungkin mustahil bila Serigala bermain kelereng bersama Domba, atau Kucing ngedate bersama Tikus. Begitu juga dengan Tasya, sangat mustahil bin ajaib jika dirinya bangun pagi.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai kala itu
Baca
+Pustaka
Kak, Aku Kedinginan

Kak, Aku Kedinginan

Isinya hanya enam kata. [Kak, aku kedinginan. Tolong selamatkan aku.]
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai kala itu
Baca
+Pustaka
Ketika Karma Berbicara

Ketika Karma Berbicara

Pada saat polisi berhasil menyelidiki kebenarannya, aku akan dicap sebagai orang yang merusak hubungan orang lain. Kinan tiba-tiba tertawa ketika sadar bahwa aku tidak akan melepaskannya begitu saja. "Jadi, kenapa memangnya kalau kamu putri dari presdir Cakra Group?" "Ada Bakti yang mencintaiku, jadi kamu akan selalu kalah denganku!" Aku tertawa dingin. Seorang wanita yang hanya mengenal cinta memang sangat menyedihkan. "Mungkin kamu ingin dengar rekaman?"
11.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai kala itu
Baca
+Pustaka
KALA TANTE JANDA BERTEMU DUDA MUDA

KALA TANTE JANDA BERTEMU DUDA MUDA

tanyanya pelan seraya mengembalikan ponsel Reinaldo. “Sayang, jika kamu mengenal dunia ini hanya sebatas hitam dan putih. Kamu salah. Ada banyak area abu-abu di antaranya. Kamu harus memukul Denta sekeras mungkin hingga ia tak bisa bangkit dan kembali ke area abu-abu untuk membalasmu.” Kalimat Reinaldo dibunyikan penuh kasih sayang, tetapi Senja bisa merasakan jejak kekejaman di sana. Ia beruntung berada di sisi Reinaldo saat ini.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai kala itu
Baca
+Pustaka
Karma

Karma

Kata Dante “ Iya aku jadi geregetan melihat kamu yang diam saja, kamu punya Hak untuk membalas rasa sakit yang telah mereka berikan pada kamu, apa perlu kita yang labrak mereka” sahut Olive. Sharla hanya tertawa melihat teman temannya.
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai kala itu
Baca
+Pustaka
Binar Kalbu

Binar Kalbu

“Gue enggak suka sama tatapan lu.” Lagi-lagi Rine langsung pergi. Harinya yang kacau membuatnya pergi dari kampus. Dengan motor klx tipe sama seperti Abbian dia menyisir jalanan. Suasana hatinya menginginkan kesendirian. Tidak ada yang lebih bermakna selain perenungan atas hidup. Cewek dengan kemeja kotak-kotak hitam berpadu cokelat itu menepikan motornya saat menemukan kafe yang sesuai. Kafe Candu terlihat tidak begitu ramai. Dekorasinya seperti rumah, tetapi diubah menjadi kafe. “Halo, Rin. Apa kabar?” Barista kafe mencoba berbasa-basi karena pelanggan tetapnya sudah datang.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai kala itu
Baca
+Pustaka
Mendua Kala Istriku Koma

Mendua Kala Istriku Koma

"Kalau kamu jadi aku, apa yang bakal kamu lakuin, Ra?" Zahra tampak mengerutkan dahi. Kentara sekali jika gadis itu tengah berpikir, lalu dia berkata, "Kalau aku sih, Ran. Aku sudah terlanjur jadi istri kedua, ya sudah jalani peran aja. Ibarat kalau kita kejebur ke kolam, sudah terlanjur basah. Ya sudah renang aja sekalian." "Tapi kan, aku sama suami aku nggak saling cinta, Ra."
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai kala itu
Baca
+Pustaka
Kali Kesembilan Dia Pergi

Kali Kesembilan Dia Pergi

"Itu tidak terdengar seperti Kirana." "Raka, kamu terlalu baik. Kamu tidak pernah melihat sisi terburuk orang lain." Julisa melangkah mendekat, meletakkan tangannya di bahu Raka. "Tahukah kamu kenapa kita tidak pernah bersama? Kenapa Prabu tiba-tiba muncul dalam hidupku?" "Apa maksudmu?"
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai kala itu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status