Satu Malam Lagi, Mantan Suami!
Aku terkesiap saat Nata mendadak seperti pesulap, tangan kirinya yang merangkul pinggangku, mengeluarkan kotak segi empat marun beludru.
Mulutku tercengang. “Apa ini?”
“Kalung, aku membelinya sepasang.” Nata membukanya, lalu memamerkan isinya yang berkilauan. “Satu untuk kamu dan satunya untuk Salsa.”
“Gimana bisa?“ tanyaku bingung, mataku mengerjap memindai kalung itu. Rantainya tampak tipis, bandulnya berbentuk potongan daun. Saat Nata menariknya dari dalam kotak, benda itu kelihatan melayang. “Nata?”