Ksatria Katana Kembar
kata Ragma
“Saya mengerti perasaanmu. Tentu kamu belum punya rasa percaya untuk hal seperti ini. Tapi kalau kamu pikirkan baik-baik, saya ini orang yang bisa dipercaya.”
Ragma tersenyum canggung mendengar itu. Ia menarik napas, menghembuskannya perlahan, lalu mengambil sebuah kalung dan buku agenda kecil yang selalu ia bawa.
Ia meletakkannya di atas meja. Suryo yang melihat bandul kalung itu hanya diam, kemudian mengambil buku kecil bersampul kulit tersebut.
“Ini nama-nama mereka, ya?” tanya Suryo lagi.