Librairie
Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Terbangun Di Dalam Tubuh Antagonis Pemalas

Terbangun Di Dalam Tubuh Antagonis Pemalas

Tangannya mengepal, matanya bergetar, dadanya membuncah dengan kebahagiaan. Belum selesai dengan rasa terkejutnya, sang putri mendorong satu peti perhiasan, untuk memperlihatkan sebilah pedang yang berada dibaliknya. Sarung pedang itunya terbuat dari platinum dan gagangnya bersalur antara merah dan emas putih. Ujung gagangnya diukir kepala naga. "Ini hadiah untukmu. Namanya Red Dragon, terbuat dari adamantium dan sisik naga merah. Ambillah, pedangnya berat, aku tidak bisa mengangkatnya."
461 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 9 fois en tant que kalung pedang
Read
+Librairie
Pendekar Pedang Arwah Suci

Pendekar Pedang Arwah Suci

Semua dilakukan semata-mata karena beberapa orang menghormati pelayan tua kelurga Quan yaitu Bibi Mo. "Xiao Yi, jika kamu besar nanti ayo segera bergabung dan menjadi pendekar pedang seperti saudara, Oke!" ucap salah satu pendekar pedang yang masih muda dengan wajah tersenyum senang. "Su Xia, dia masih kecil. Jangan bicara tentang menjadi pendekar. Yiyi kecil kita tidak mengerti, benarkan sayang?" kata teman pendekar wanita tersebut yang bernama Luo Shan kepada Yan Siyi yang kini menatap kedua kakak senior wanita dengan wajah bingung.
101.5K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 48 fois en tant que kalung pedang
Read
+Librairie
Jadilah Pedangku, Sayang!

Jadilah Pedangku, Sayang!

Namun beru beberapa langkah Damarteja melangkah dari sana, lelaki itu terhenti. Ia mengambil sapu tangan putih yang terbuat dari sutra mahal. “Senapati, sepertinya ini milikmu!” Ganendra balik badan dan mengamati potongan kain mahal di tangan Ganendra. Ada sulaman bermotif kipas dan pedang di salah satu sudutnya. “Maaf, Paduka. Hamba tidak punya benda seperti itu,” ucap Ganendra. “Begitu ya?” Damarteja mengikat sapu tangan tersebut di sarung pedangnya.
102.5K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 60 fois en tant que kalung pedang
Read
+Librairie
Pendekar Kujang Emas

Pendekar Kujang Emas

Bangasera terkekeh. “Aku tidak pernah minta untuk kau selamatkan,” ketus Nilasari. Bangasera mengambil sebuah kendi dari balik pinggangnya, memamerkan benda itu ke hadapan Wintara dan Nilasari. “Ini adalah kendi yang berisi racun kalong setan.” “Racun kalong setan?” ujar Wintara dan Nilasari bersamaan.
9.4224.7K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 4.7K fois en tant que kalung pedang
Afficher les avis (51)
Read
+Librairie
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang yang Legendaris, dia juga memiliki bakat yang besar dengan Tubuh Kaisar Langit. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Lire tous les avis
Lahirnya Sang Dewa Pedang

Lahirnya Sang Dewa Pedang

Semua orang menarik napas secara bersamaan. Di dalam kotak itu, tergeletak sebilah pedang yang sangat indah lengkap dengan sarungnya. Sarung pedang terbuat dari kulit harimau salju berwarna putih dengan ukiran awan berwarna perak. Sementara pedangnya sendiri memancarkan cahaya biru yang berkilauan seperti air mengalir. "Para tamu sekalian, ini adalah Pedang Spiritual tingkat enam bernama Arus Laut Biru!" Cindy Yuvia mengangkat pedang itu tinggi-tinggi agar semua orang bisa melihat dengan jelas.
102.0K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 74 fois en tant que kalung pedang
Read
+Librairie
Pendekar Serigala Putih

Pendekar Serigala Putih

Tanpa putus asa Syakia terus mencari keberadaan kitab silat yang pernah dipesan Chandika agar dicari keberadaannya. Sebilah pedang yang tergantung di dinding sepertinya luput dari pencarian Saraswati saat dia mengeledah rumah ini. Syakia tahu pedang ini adalah pedang pusaka keluarga Kalandra yang juga sering dibawa Chandika saat bertarung. Pedang ini adalah Pedang Dewa yang dimiliki Bhadrika Kalandra di masa jayanya sebagai Pendekar Pedang Dewa. “Kenapa Tuan Chandika tidak membawa pergi pedang pusakanya ya? Ada kejadian apa sehingga mereka begitu terburu-buru meninggalkan rumah ini? Atau memang mereka sudah mati?”
109.0K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 340 fois en tant que kalung pedang
Read
+Librairie
ZOE

ZOE

Chen menunjuk meja kecil disudut ruang, "Hanya itu. Baju, sepatu, anting, gelang dan pedang yang biasa dibawa Sora." Aku menyipitkan mata. Rupanya, pedang yang dimaksudkan Chen adalah Kanzashi dengan ukiran arbutus berdarah disaya-nya. "Chen, aku tidak punya apapun lagi sekarang. Kau bisa menjual anting itu untuk membiayai pengobatanku dan pengobatan ibumu. Harganya sekitar 8000 dolar, jangan mau ditawar." "Berhentilah berbicara seperti itu. Aku adalah walimu sekarang, aku akan mengurusnya. Kau hanya perlu istirahat." ucapnya tegas, "Biar kupanggilkan Tabib."
106.5K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 148 fois en tant que kalung pedang
Read
+Librairie
Pandya : Kebangkitan Pewaris Seribu Pedang Season 2

Pandya : Kebangkitan Pewaris Seribu Pedang Season 2

Keringat dingin membasahi seluruh kaus dalam sutra putih yang dipakainya. Dia menatap telapak tangannya sendiri. Tidak ada darah. Jubahnya tidak robek. Di samping tempat tidurnya, bersandar sebuah pedang dengan sarung hitam berhias ukiran emas yang rumit—Sahasra Kaditula. Pedang itu tampak tenang, tidak ada retakan sedikit pun pada bilahnya seperti yang ada di dalam mimpinya tadi. "Hanya mimpi?" batin Pandya, sembari menyeka keringat di dahinya.
1.2K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 38 fois en tant que kalung pedang
Read
+Librairie
Pendekar Pedang Tengkorak

Pendekar Pedang Tengkorak

Justru sebaliknya, tatapan pria tua itu seperti sepasang mata binatang buas yang sedang menunggu mangsanya melakukan kesalahan. Di sisi kursinya berdiri sebuah pedang panjang berwarna hitam. Permukaan pedang tersebut dipenuhi ukiran aneh. Mirip dengan Pedang Tengkorak, namun ukirannya menyerupai bayangan manusia sedang menjerit. Tidak ada yang tahu berapa banyak darah telah ditumpahkan oleh tangan pria tua itu. Namun semua orang yang berada di ruangan tersebut mengetahui satu hal, Ragendra tidak pernah menjadi tua dalam arti sebenarnya.
101.6K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 54 fois en tant que kalung pedang
Read
+Librairie
Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Terasa ringan, tanpa perlindungan sihir. Ren mengambil pedang lamanya. Bukan Pedang Vermilion-nya yang legendaris, tapi pedang baja standar prajurit rendahan. Ia mencoba menariknya dari sarung. Logam murahan itu terasa kasar dan berat di tangannya yang gemetar. Ren mengertakkan gigi, mengikatkan pedang itu di punggungnya. “Menyedihkan,” bisik Ren pada dirinya sendiri.
1013.7K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 547 fois en tant que kalung pedang
Read
+Librairie
Dernier
123456
...
10
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status