Niat Menyamar Malah Dilamar
"Baru saja tadi siang kamu bersamaku. Bicara seolah-olah hanya ada aku, lelaki di kehidupanmu. Sekarang sudah dengan yang lain. Siapa sebenarnya Dika itu, sih? Laki-laki yang bersamamu di malam itu, ya? Pacarmu? Terus, aku ini kau anggap apa? Selingan? Atau hiburan? Apa risetmu belum selesai? Dan aku jadi kelinci pecobaanmu kembali?"
Suara Langit di seberang beruntut tanpa jeda, berakhir dengan dengusan kasar.
“Langit---“
“Kamu pintar sekali bersandiwara. Dan bodohnya aku, seperti kerbau yang masuk di lubang yang sama dengan perangkap dari orang yang sama.” Di seberang terdengar suara tawa sinis.
"Langit, dengar penjelasanku. Dika itu sahabatku yang sudah aku anggap saudara. Kami tidak ada
Hot Chapters