MENIKAH DENGAN GUS TAMPAN
“Aku cuma minta kamu jujur, Kalau udah gak cinta, bilang. Kenapa harus nyakitin aku dengan cara sehancur ini?”
Tangisnya meledak, namun suaranya tercekik.
“Kamu bilang mau jagain aku, Kita bangun rumah tangga bareng, Mas. Kamu yang ajak, kamu yang janji. Sekarang apa?”
Ia mendongak, menatap langit-langit yang buram karena air mata.
“Apa aku kurang jadi istri? Kurang apa aku, sampai kamu bisa selingkuh di belakang aku dan,” suaranya terputus, terlalu sakit untuk menyebutkan kenyataan itu.