Menikahi Ayah Temanku
Ia sangat berharap Rean tidak akan ada di rumah, dan saat ketukan pintu berbalas salam, jantungnya jatuh ke ulu hati.
“Assalamualaikum,”
“Waalaikumsalam,” Suara Ayah Rean yang sudah Sofia kenal menjawab cepat diikuti ayunan pintu terbuka. Senyum hangat marbot masjid itu menyapa Sofia.
Sofia mengambil tangan sang marbot dan menciumnya takzim. “Sehat, Bah?”
“Neng Fia.” Abah menjawab ramah. “Baik, Neng, bagaimana denganmu? Ayah dan ibumu sehat juga?”