Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KAIN PENGLARIS

KAIN PENGLARIS

Kalung yang menggantung di lehernya terdiri dari cakar, tulang kecil, dan serpihan kain hitam yang terlihat seperti telah direndam dalam sesuatu yang gelap. Namanya Ki Darma Wijaya. Dukun terakhir yang pernah berhubungan langsung dengan asal-usul kain itu. “Kau… tidak seharusnya kembali,” suara dalam kain itu bergema, berat dan serak seperti dua suara berbicara bersamaan. Ki Darma hanya tersenyum miring. “Dan kau… tidak seharusnya berkeliaran, Kain Terlarang.” Kain itu menggeliat, membesar, seolah marah karena dipanggil dengan nama itu. Dari permukaannya, puluhan tangan kurus muncul, meraih udara seperti berusaha mematahkan leher Ki Darma.
6802 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai kaos seringai
Baca
+Pustaka
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

Padahal di tengah-tengah samudra di kedalamannya, sebuah kerajaan penjaga samudra tampak kacau balau. "Serang bersama-sama!" Perintah lantang itu membuat semua mermaid dan mermain yang semula berlari menyebar mencoba melindungi diri seketika berdiri tegap-mengelilingi sang monster gurita atau yang biasanya disebut dengan kraken yang entah mengapa mengamuk dan langsung menyerang mereka. Semua kaum mermaid/n menggenggam tangan mereka satu sama lain. Dengan serempak mereka memejamkan kedua mata mereka. Berbagai jenis warna keluar dari tengah dahi-dahi mereka. Bergerak cepat menuju ke ujung trisula sang raja. Aquatis berenang ke atas, menatap tajam sang monster yang mulai menggerakkan kembali te
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai kaos seringai
Baca
+Pustaka
Karena Bau Terasi

Karena Bau Terasi

Destinasi pantai yang populer untuk olahraga air dan kompleks di tepi laut yang memiliki banyak wahana air. Kedua lelaki yang merupakan artis muda terkenal, menampakkan diri dengan kacamata hitam dan pakaian santai yang membuat keduanya sama sekali tak banyak dikenali orang. Terlebih Lyan yang memakai topi dan hem santai dan Raffi yang mengenakan hodie dan topi yang membuat keduanya benar-benar tak begitu dikenali beberapa orang. Sengaja Lyan memakai mobil Suaka agar tak ada yang melihat mobilnya. "Kita ke sana, yuk!" Raffi mengikuti langkah Meysila yang lebih masuk ke area pantai.
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 509 kali sebagai kaos seringai
Baca
+Pustaka
CEO Nakal Kekasihku

CEO Nakal Kekasihku

Tapi Keano mengambil lagi, “Aku tahu, biar masih bar uterus kalau nggak dipakai. Tapi, kamu tidak suka warna ungu, tapi suka hewan.” Seprei itu ada gambar hewan laut yang lucu. Hafizah tersenyum walau matanya menangis mengingatnya. Sampai larut, dia tidak tahu kapan mulai berhenti menangis dan terlelap.
9.7213.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.1K kali sebagai kaos seringai
Baca
+Pustaka
Bayang-Bayang Shunmak

Bayang-Bayang Shunmak

Tak lama kemudian, merekapun telah mengepungnya. Persenjataan mereka terkokang dan terarah pada Farid. “Oi! Itu dia!” “B-Bangsat!” Anak-anak buah itu berpakaian seadanya—pakaian sehari-hari ala penduduk pinggiran pantai. Mereka tidak mengenakan baju seragam ataupun mengikuti dress code. Itu artinya, meski mereka satu komplotan, jumlah anggota mereka cukup kecil untuk bisa saling mengenali muka.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai kaos seringai
Baca
+Pustaka
KEKASIHKU SUPERSTAR

KEKASIHKU SUPERSTAR

“Kenapa harus terlihat sopan di depanku?” Luna tidak tahu harus berkata apa lagi pada Sean, dia hanya kembali menatap bikini merah itu. “Hmm baiklah, tapi apa tidak ada warna lain?” “Ada, kebetulan aku membeli beberapa untukmu.” “Beberapa?” Luna tidak habis pikir. Sejak kapan Sean menjadi sangat suka melihatnya memakai bikini? “Ya, ini! mungkin ada sekitar sepuluh.” Luna membeliak.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai kaos seringai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status