MENANTU SAMPAH : WARISAN KAISAR NAGA PRIMORDIAL
Mesin jet kapal menderu mulus, membelah ombak biru jernih menjauhi Pulau Naga Jatuh yang kini perlahan-lahan tenggelam kembali ke dalam isolasi dimensi bawah laut terdalam setelah seluruh warisannya berpindah tangan.
Di dek berjemur pribadi bagian atas kapal, suasananya benar-benar terisolasi dari hiruk-pikuk kru kapal. Sebuah meja panjang berbahan kayu jati putih dipenuhi oleh berbagai hidangan laut segar kelas atas—mulai dari lobster raja yang dibakar dengan mentega bawang, kaviar premium, hingga potongan daging salmon segar yang mengilap di bawah sinar matahari. Di tengah meja, sebotol sampanye berkelas tahun 1982 terendam di dalam wadah es pualam.