Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelabuhan Hati Sang Kapten

Pelabuhan Hati Sang Kapten

lirih Chika yang heran dengan pengetahuan Niko padanya. “Mungkin karena dia sudah pernah menikah,” tambahnya lagi lalu menghapus wajahnya dengan kapas yang sudah di beri cairan pembersih. Make up yang memang tebal, Chika membutuhkan beberapa lembar kapas untuk membersihkan wajahnya. Untuk menghilangkan rasa sepi dan bosan, Chika menyalakan TV. Chika beberapa kali memindah chanel TV dengan wajah yang masih ada sisa-sisa make up. Chanel TV yang tidak menarik bagi Chika, akhirnya ia menonton TV dengan chanel yang seadanya. Sebetulnya bukan Chika yang menonton TV, hanya saja TV yang menontonnya.
9.86.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai kapal berlabuh
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

Kapal berukuran besar yang seharusnya ada di lautan kini melayang terbang di atas kota Hubei. Kapal besar itu melayang mendekati gunung batu dimana Bara Sena dan yang lain tengah beristirahat. "Istri paman?" tanya Bara yang merasa penasaran setelah Jaka Geni mengatakan kepada semua orang bahwa yang datang adalah istrinya. Kapal terbang itu memiliki warna merah yang terang dan beberapa bagian berwarna emas membuatnya menjadi terlihat mewah dan tentu saja pemilik dari kapal itu bukanlah Dewa yang biasa.
1076.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai kapal berlabuh
Baca
+Pustaka
Lentera Kegelapan

Lentera Kegelapan

POV Balancer (Masih 1000 tahun yang lalu) Badai mereda, lautan kembali tenang. Hanya ombak kecil yang kadang menyapa sambil sedikit menggoyangkan kapal kami. Angin berhembus dengan desahan ringan yang memanjakan kulit, terasa lembut hingga beberapa kru kapal terlihat mulai mengantuk. Aku berdiri di sisi kapal sambil melihat air laut yang begitu bening. Ikan-ikan berenang dengan riang di bawah kapal kami, seakan menyambut dan mengarak kapal untuk sampai ke tempat tujuan. Bukan hanya ikan kecil yang aku lihat tapi ikan besar sejenis lumb-lumba pun berenang anggun di sisi kapal.
1016.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 617 kali sebagai kapal berlabuh
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Jordi Onsu
awalnya iseng ngisi waktu buka aplikasi ini buat cari bacaan, terus lihat covernya menarik kayaknya. Pas dibaca ternyata bagus, rekomended banget. Ide ceritanya bagus, penyajiannya juga keren, alurnya gak mudah ketebak. Goodjob buat penulisnya, terima kasih sudah bikin karya sebagus ini yah.
Ummi Musyadah
saya kira di GN isinya cuma novel esex-esex tentang Ceo, perselingkuhan, dan scandal. Saya kira juga penulis di GN cuma bisa nulis cerita yang cerita yg esex-esex doang biar karya mereka laku. Eh taunya ada karya dan penulis yang seperti ini, berani melawan arus dan mampu menyajikan karya yang beda.
Baca Semua Ulasan
Pengganti Hati Sang Mafia

Pengganti Hati Sang Mafia

Kapal pengejar itu terlempar ke udara, hancur berkeping-keping sebelum tenggelam ke dalam pelukan laut yang dingin. "Kita masuk ke Celah Setan!" Elias berteriak saat kapal mereka bermanuver di antara dua dinding batu yang sangat sempit. Suara gesekan kayu kapal dengan karang terdengar memilukan, namun mereka terus melaju.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai kapal berlabuh
Baca
+Pustaka
AETHERITH: Perang Planet Astarhea

AETHERITH: Perang Planet Astarhea

Ini adalah ujian pertama mereka sebagai tim pencari. Di tengah perjalanan, ketika kapal melaju memecah kabut Aether tebal, tiba-tiba kegelapan mendera. Sensor kapal mati total, dan alarm keras memekakkan telinga. "Peringatan! Peringatan! Leviathan Abyssos! Makhluk legendaris!" teriak kapten dari anjungan, suaranya dipenuhi kengerian.
10888 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai kapal berlabuh
Baca
+Pustaka
Istri sang Kapten yang Tak Diinginkan

Istri sang Kapten yang Tak Diinginkan

desis Oliver menarik pedang di belakangnya. "KUMOHON JANGAN HABISI KAMI!" teriak Mikael Sorta keras-keras. Pintu kayu rapuh berderit terbuka, nampak Letnan Klein muncul dengan wajah tegang. "Kapten Vorgath, segera pergi! Kapal ini membawa banyak durm minyak ilegal, kebarakan di dek kiri semakin meluas! Kapal ini akan meledak!" teriak Letnan Klein.
1028.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 686 kali sebagai kapal berlabuh
Baca
+Pustaka
SENJA YANG KELABU

SENJA YANG KELABU

ucap Angkasa. "Boleh aku tahu, mengapa kamu harus minum sebanyak itu dan sampai terluka." Angkasa menceritakan kejadiannya, tentang mengapa ia sampai bonyok begitu, semua terjadi karena tidak sengaja, saat Angkasa sedang membeli rokok di minimarket ia gak sengaja menyenggol seorang lelaki yang sedang membawa barang - barang belanjaannya, sehingga terjatuh dan barang - barang belanjaan orang tersebut berserakan, Angkasa yang memang sedang mabuk, merasa cuek saja dan tidak meminta maaf malah langsung pergi, saat Angkasa akan masuk kedalam mobil, laki - laki tersebut menghampirinya bersama dua temannya, langsung memukul wajah dan temannya menendang sampai Angkasa jatuh dan melukai pelipisnya, s
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai kapal berlabuh
Baca
+Pustaka
Dekapan Panas Kakakku

Dekapan Panas Kakakku

ucap lelaki berkulit gelap tadi. “Lalu kenapa kalau abangmu ini pingin cicipin dia dulu?” ketus si pria bercodet, “apa nilai dia bisa berkurang, gitu?” Lelaki bernama Rizal tadi menggaruk kepalanya. “Memangnya … nggak berkurang, ya?” “Berkurang … berkurang … pala lo peyang!” gerutu pria bercodet tadi, “bilang aja kalo mau ikutan!”
1014.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 580 kali sebagai kapal berlabuh
Baca
+Pustaka
DALAM DEKAPAN WANITA MALAM

DALAM DEKAPAN WANITA MALAM

Dia pulang. Malangnya, saat hendak memutar mobilnya Bimo tak sengaja menabrak pembatas jalan. Efek minuman keras yang tadi sempat dia nikmati rupanya sudah terasa. Bimo keluar dari mobilnya, menatap murka ke arah kap mobil yang berasap. Pria itu berteriak, memegangi kepalanya yang terasa semakin berat. ***
9.914.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai kapal berlabuh
Baca
+Pustaka
Kabur Saat Masa Iddah

Kabur Saat Masa Iddah

“Kamu tidak pantas memakai ini!” Dua guru yang tadi menonton langsung panik dan mendekat untuk meleraiku. Aku menghalau mereka dan kudorong Malya sialan ini hingga terpental ke dinding. Aku tidak perduli dia tengah hamil besar, tetap kutampar-tampari wajahnya dan kujambak rambutnya. Wanita yang sudah terduduk di lantai itu seperti tidak sanggup samasekali untuk melawan.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai kapal berlabuh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status