BERCINTA DENGAN HANTU
seru Ninik dengan suara agak kencang karena terpaan angin, merekapun terkekeh bersama,
Pacaran dalam pernikahan memang tiada duanya romantisnya, halalan and toyiban, hehehe,
“Sudah sampai Hum ... “ ujar Darto lembut, dia sedikit menoleh kebelakang, dilihatnya Ninik masih menyenderkan miring kepalanya di pundak belakangnya, terlihat sangat nyaman dan tumuknina,
“Hm, iya Bi ... “ Ninik segera melepas pelukannya lalu turun dari boncengan,