SENYAWA
Zayn melambaikan tangannya meminta Nameera mendekat, namun karena menjaga wudhu, Meera berdiri dengan tetap memberi jarak dan memperhatikan dengan baik apa yang diinstruksikan oleh Zayn.
“Sudah paham, kan?” tanya Zayn, Meera pun mengangguk, ia kemudian mengambil berkas yang ada di tangan Zayn dan membawanya kembali ke mejanya untuk dikerjakan kembali.
Sesampainya di meja kerjanya ia menaruh asal berkas yang ada di map tersebut. Ia mengerucutkan bibirnya, kesal dengan ucapan Varo, juga kesal pada dirinya sendiri.
Hot Chapters