Kembalilah Padaku
katanya.
“Kamu tidak pernah melihat usahaku,” kataku mengenang masa lalu. Maksudku, aku memperlakukannya seperti sedang menyembahnya, tapi sebagai imbalannya aku malah mendapatkan tendangan dan penolakan.
“Iya, aku tahu. Percayalah, setiap hari aku menyesal akan perbuatanku padamu dulu,” katanya, tertawa pahit setelahnya. “Sial, saat itu aku benar-benar terpukul, aku bahkan tidak tahu cara mengikat dasi sendiri. Rasanya seperti terus-terusan bangun dari mimpi dan menyadari apa itu kehidupan nyata, saat itulah aku tahu aku telah melakukan kesalahan terbesar seumur hidupku ketika aku melepaskanmu.”
Bab Populer